Equityworld Futures | Harga Emas Diprediksi ke US$1.800, Investor Disarankan Buy on Weakness

PT Equityworld

Equityworld Futures | Harga emas yang tengah jatuh diprediksi akan kembali naik. Para investor pun disarankan melakukan buy on weakness.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan prospek harga emas menembus level US$1.800 per troy ounce masih besar.

Pasalnya, pelaku pasar masih mencemaskan penularan Covid-19 yang terus mengalami kenaikan serta vaksin yang belum ditemukan.

Di sisi lain, ketegangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan China semakin memanas. Konflik antara dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia itu akan berdampak negatif ke negara lainnya.

“Stimulus besar bank sentral terutama The Federal Reserve juga berpengaruh mengerek naik harga emas karena The Fed memperbesar likuiditas dolar AS,” ujar Ariston (3/7).

“Jadi emas masih bagus untuk dikoleksi untuk sementara ini. Bisa buy on weakness,” jelasnya.

Diketahui, berdasarkan data Bloomberg harga emas berjangka sempat jatuh pada awal Juli 2020. Itu dipicu oleh data manufaktur AS yang lebih baik dan hasil positif dari uji coba vaksin Covid-19.

Harga emas Comex terpantau melemah 2,70 poin atau 0,15 persen ke level US$1.787,30 per troy ounce pada penutupan akhir pekan lalu. Adapun, harga emas spot turun 0,19 persen atau 3,33 poin menjadi US$1.772,05 per troy ounce.

Equityworld Futures | Harga Emas Potensi Koreksi Saat Pasar Saham Meningkat

Equityworld Futures | Minat pasar terhadap aset berisiko seperti pasar saham dapat menekan laju harga emas.

Pada perdagangan Senin (67/2020) pukul 10.03 WIB, harga emas Comex kontrak Agustus 2020 turun 0,44 persen menjadi US$1.782,1 per troy ounce. Adapun, emas spot naik 0,11 persen menjadi US$1.773,96 per troy ounce.

Adapun, indeks dolar AS koreksi 0,17 persen menuju 97,007. Biasanya, pergerakan indeks dolar AS berkebalikan dengan harga emas.

Monex Investindo Futures dalam laporannya menyampaikan peningkatan penderita baru wabah corona di dunia dan kembali memanasnya hubungan AS-Tiongkok menjadi perhatian pasar awal sesi Senin (6/7/2020).

“Namun, pelaku pasar nampak cukup percaya diri untuk mengambil posisi berisiko, di tengah banyak negara yang sudah kembali menggerakkan roda ekonominya setelah pembatasan wabah corona,” paparnya.

World Health Organization (WHO) telah melaporkan peningkatan jumlah pasien baru wabah corona yang mencatat rekor, lebih dari 200.000 penderita baru di seluruh dunia di akhir pekan lalu, dengan jumlah tertinggi tercatat di Florida dan Texas, AS.

Namun demikian, jumlah kematian yang menyusut di beberapa negara yang sudah kembali membuka perekonomian pasca pembatasan selama wabah corona, membantu ekspektasi pasar bahwa pemulihan ekonomi di beberapa negara di luar AS dapat berjalan dengan baik.

Tiongkok dan Hong Kong nampak menunjukkan pemulihan ekonomi yang baik setelah terkena imbas wabah corona paling awal.

Sementara, selama akhir pekan, Senat AS menyetujui rancangan undang-undang untuk memberikan sanksi kepada pejabat Tiongkok, terkait langkah undang-undang keamanan nasional di Hong Kong yang diterapkan pemerintah Tiongkok.

Presiden AS Donald Trump telah menerima RUU tersebut dan masih menunggu reaksi dari Tiongkok, untuk membubuhkan tanda tangan persetujuan RUU tersebut. AS juga mengirim dua kapal induk perangnya ke dekat laut Natuna, dimana pasukan Tiongkok melakukan latihan militernya.
Monex memprediksi hari ini harga emas berpotensi turun menguji level support di US$17650- US$1765 bila optimisme pasar terhadap aset berisiko berlanjut. Level resistan pada kisaran US$1.777 – US$1.784.