Equityworld Futures | Harga emas mundur kian kencang pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), berada di jalur penurunan harian terbesar dalam satu bulan.

Kilau emas pudar terkena imbas dolar yang lebih kuat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi.

Melansir Antara, Rabu, 8 September 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange terjun USD35,2 atau 1,92 persen menjadi USD1.798,50 per ounce.


Emas berjangka juga merosot USD8,20 atau 0,45 persen menjadi menetap di USD1.825,50 pada Senin pekan ini setelah melonjak USD22,2 atau 1,23 persen menjadi USD1.833,70 pada Jumat pekan lalu.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya melonjak 0,5 persen, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“Pasar emas melihat beberapa retracement, dengan dolar kemungkinan akan naik lebih jauh dan menekan logam,” kata ahli strategi pasar senior di RJO Futures, Daniel Pavilonis.

Emas mencapai level tertinggi 2,5 bulan pada Jumat pekan lalu setelah laporan pekerjaan AS yang jauh lebih lemah dari perkiraan, memicu spekulasi bahwa Federal Reserve AS mungkin mendorong kembali pengurangan pembelian obligasi (tapering).

“Tetapi kenyataannya adalah mereka (Fed) ingin mulai melakukan tapering-nya, sehingga pasar (emas) akan memposisikan dirinya di depan jika hal itu benar-benar terjadi,” tambah Pavilonis.

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang jika terjadi langkah-langkah pemberian stimulus besar-besaran.

Lebih lanjut yang melemahkan daya tarik emas, juga imbas imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun yang dijadikan acuan naik ke level tertinggi sejak pertengahan Juli.

“Selain itu, pasar juga mulai sedikit gugup karena kegagalan untuk menembus di atas area resistensi penting di sekitar level USD1.835,” kata analis Saxo Bank, Ole Hansen.

Investor juga mengunggu pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis pekan ini, di mana kemungkinan akan memperdebatkan pengurangan langkah-langkah stimulus karena ekonomi zona euro bangkit kembali.

Sementara logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 42,9 sen atau 1,73 persen menjadi USD24,373 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun USD25,7 atau 2,52 persen menjadi USD995,9 per ounce.