Equityworld Futures | Harga Emas Hari ini Senin, 19 Oktober 2020 Naik , Sedikit Perbedaan Comex AS terpantau melemah

PT Equityworld

Equityworld Futures | Harga emas diperkirakan masih tertekan dalam perdagangan pekan ini, menyusul ketidakpastian atas stimulus AS dan lonjakan kasus Covid-19 di Eropa.

Dua sentimen tersebut meningkatkan minat investor untuk mengumpulkan dolar AS sebagai aset investasi aman, atau safe haven.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas berjangka di bursa Comex AS terpantau melemah 0,04 persen atau 0,8 poin ke level US$1.905,6 per troy ounce pada pukul 05.34 WIB.

Di sisi lain, harga emas di pasar spot terpantau menguat 0,13 persen atau 2,45 poin ke posisi US$1.901,74 per troy ounce.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.904,3 per troy ons atau melemah 0,11 persen. Sebaliknya, harga emas di perdagangan spot naik 0,14 persen ke US$1.901,9 per troy ons pada pagi ini.

harga emas di pasar internasional akan bergerak di kisaran US$1.890 sampai US$1.920 per troy ons pada hari ini. Harga emas cenderung tertahan.

“Ini karena ketidakpastian negosiasi stimulus AS. Pasar masih menunggu perkembangan, meskipun Ketua DPR AS Partai Demokrat Nancy Pelocy menyatakan optimismenya stimulus bisa dirilis sebelum Pemilu AS,” kata Ariston kepada CNNIndonesia.com, Senin (19/10).

Menurutnya, bila perkembangan stimulus membaik, maka harga emas bisa menguat lagi. Namun sebaliknya, bila tertahan, maka harga emas perlahan akan jatuh.

Proyeksi Harga Emas Pekan Ini, Ini Sentimennya

Logam mulia diproyeksi masih berada dalam tekananan untuk bergerak di zona merah dalam perdagangan jangka pendek dibayangi sentimen ketidakpastian stimulus AS dan lonjakan kasus Covid-19 di Benua Biru. Dua sentimen tersebut telah meningkatkan minat investor untuk mengumpulkan dolar AS sebagai aset investasi aman dan meninggalkan emas.

Pasar khawatir keyakinan ‘Cash is The King’ kembali menyelimuti investor seiring dengan kasus positif Covid 19 yang meningkat, terutama di Eropa, sehingga berpotensi menyebabkan lebih banyak negara kembali menerapkan lockdown dan merusak prospek pemulihan.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu Jumat (16/10/2020) harga emas di pasar spot parkir di zona merah, melemah 0,449 persen ke level US$1.899,29 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak Desember 2020 di bursa Comex berada di posisi US$1.906,4 per troy ounce, melemah 0,13 persen atau 2,5 poin.

Sepanjang pekan lalu, emas membukukan pelemahan hingga 1,56 persen menjadi penurunan mingguan pertama bulan ini meskipun keperkasaan dolar AS tidak sekuat pekan sebelumnya.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama terkoreksi 0,2 persen pada pekan lalu, berbalik melemah setelah membukukan kinerja kenaikan berturut-turut.

Di sisi lain, emas cetakan dalam negeri, emas olahan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), pada perdagangan Minggu (18/10/2020) harga emas untuk ukuran satu gram berada di posisi Rp1,008 juta per gram. Sepanjang pekan lalu, harga melemah hingga 0,88 persen. Bahkan, pada pertengahan perdagangan emas untuk ukuran satu gram hampir menembus ke bawah level Rp1 juta per gram.

Business Manager Indosukses Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan dalam jangka pendek emas masih akan berada dalam tekanan untuk bergerak di zona merah.

Ketidakpastian stimulus AS masih akan menjadi stimulus utama, terutama setelah periode pemilihan presiden AS usai. Hal itu membuat indeks dolar AS cenderung menguat dan membuat emas dan mata uang lainnya tertekan.

Tidak hanya itu, sinyal pemulihan ekonomi AS juga telah membebani pergerakan emas sebagai aset investasi aman. Data ekonomi AS, seperti penjualan ritel pada akhir pekan lalu berhasil menunjukkan pertumbuhan.

Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja AS, klaim pengangguran mingguan AS secara tak terduga naik menjadi 898.000 pada pekan yang berakhir 10 Oktober, meningkat 53.000 dan merupakan level tertinggi dalam tujuh minggu.

“Pada perdagangan pekan depan, emas masih akan konsolidasi di kisaran US$1.850 per troy ounce hingga US$1.950 per troy ounce. Namun, setidaknya meski koreksi, emas masih membukukan kenaikan hingga 25 persen secara year to date,” ujar Suluh kepada Bisnis, Minggu (18/10/2020).

Senada, Manajer Senior Komoditas Phillip Futures Avtar Sandu mengatakan bahwa traders emas dan pelaku pasar keuangan lainnya akan berfokus terhadap seberapa besar stimulus kedua yang akan digelontorkan oleh Pemerintah AS.