Equityworld Futures | Harga Emas LLG dan Batangan Menyusut Meski Dolar AS Miring

pt equityworld emas

Equityworld Futures | Di tengah pergerakan dolar AS yang lemah terhadap beberapa rival utamanya, harga emas LLG pada perdagangan sesi Asia hari Selasa (10/12) retreat dari kenaikan harga perdagangan sebelumnya. Sentimen perdagangan aset resiko bangkit kembali merespon rilis data inflasi China yang mengesankan.

Inflasi tahunan China naik menjadi 4,5% pada November 2019 dari 3,8% pada bulan sebelumnya, di atas ekspektasi pasar sebesar 4,2%. Ini adalah tingkat inflasi tertinggi sejak Januari 2012, terutama karena harga daging babi yang terus-menerus tinggi setelah wabah demam babi Afrika.

Lemahnya harga emas menghiraukan posisi dolar AS yang masih bergerak negatif oleh anjloknya posisi imbal hasil obligasi yang turun 0,02 persen. Terpantau indeks dolar sedang turun 0,03 persen dari perdagangan sebelumnya.

Terpantau di pasar emas sesi Asia, harga spot gold turun 0,02%  menjadi $1,462.37 per troy ons setelah pada sesi Asia sempat turun ke posisi $1,462.02. Demikian juga dengan harga emas berjangka AS menurun 0,03% ke posisi $1,464.45. Sedangkan untuk harga emas batangan yang diproduksi dan diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali alami penurunan  sebesar Rp.1000  ke posisi Rp.743.000 per gram.

Untuk pergerakan selanjutnya, analyst Vibiz Research memperkirakan harga emas akan turun terus ke posisi  jika turun terus harga emas akan mendaki ke posisi resisten 1463.10-1467.01. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya, harga emas ke posisi support di 1458.47 – 1454.80.

Harga emas di pasar spot turun. Data Bloomberg pada Selasa (10/12) pukul 10.52 WIB mencatat harga emas spot US$ 1.460,27 per ons troi atau turun 0,10% dibandingkan penutupan kemarin US$ 1.461,68 per ons troi.

Sedangkan harga emas untuk pengiriman Februari 2020 di Commodity Exchange ada di US$ 1.464,70 per ons troi, naik tipis 0,02% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 1.464,90 per ons troi.

Laporan Bloomberg, Selasa (10/12) menyebutkan harga emas stabil karena investor menunggu pertemuan bank sentral minggu ini serta tenggat waktu tarif yang menjulang.

Federal Reserve memutuskan suku bunga pada hari Rabu diikuti oleh briefing media dari Ketua Jerome Powell, sedangkan Pusat Eropa Keputusan kebijakan bank adalah pada hari Kamis.

Keduanya diperkirakan akan meninggalkan tarif tidak berubah, tetapi pedagang akan mencari petunjuk tentang apa yang ada di toko ritel 2020 dalam hal kebijakan moneter.

Menteri Pertanian Sonny Perdue mengatakan, seiring tenggat waktu 15 Desember untuk lebih banyak pendekatan pungutan AS, pasar juga mencari tanda-tanda kemajuan pada kesepakatan perdagangan antara Washington dan Beijing yang akan menangkal eskalasi. “AS tidak mungkin memaksakan tarif tambahan,” kata dia. (Equityworld Futures)