Equityworld Futures | Harga Emas Tetap Dalam Tekanan Meskipun Data Perumahan AS Yang Mengecewakan

pt equityworld emas

Equityworld Futures | Di dalam sebuah pasar dimana sedang “bullish” secara grafik tehnikal, tekanan turun terhadap koreksi harga disambut para trader yang melangkah masuk untuk membeli dari bawah (buy the dips) atas sebagian yang dipandang sebagai “bargain hunting”. Demikianlah halnya dengan emas kemarin. Tren harga emas tetap naik, yang berarti jalur pergerakan harga akan tetap “sideways” sampai naik lebih tinggi. Selain itu, indeks dolar AS juga turun pada hari Rabu kemarin, yang juga membantu kenaikan pasar metal berharga.

Emas berjangka bulan Agustus terakhir naik $1.20 pada $1,412.40 per ons.

Harga emas tetap berada dalam tekanan namun masih bertahan diatas $1,400 per ons setelah data yang menunjukkan konstruksi perumahan AS kehilangan momentum pada bulan Juni.

Housing Starts AS jatuh 0.9% ke 1.253.000 unit setahun pada bulan lalu, kata Departemen Perdagangan. Data ini sedikit lebih buruk daripada yang diperkirakan dimana para ekonom memperkirakan 1.260.000 unit.

Saham Asia dan Eropa bercampur semalam. Indeks saham AS mengarah menguat pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai dan berada pada rekor ketinggiannya pada minggu ini.

Hal kunci diluar pasar emas adalah menguatnya harga minyak mentah Nymex dan diperdagangkan pas di bawah $58.00 per barel. Sementara itu indeks dolar AS turun sedikit setelah mengalami keuntungan pada hari Selasa.

Secara tehnikal, obyektif kenaikan harga emas adalah menembus “resistance” yang solid pada $1,442.90 setelah terlebih dahulu melewati $1,421.60 dan kemudian $1,425.00. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid pada $1,384.70 setelah terlebih dahulu melewati $1,400.00 dan kemudian $1,390.00.

Equityworld Futures | Kinerja Emiten AS Diduga Lemah, Wall Street Dibuka Variatif

Equityworld Futures | Bursa Amerika Serikat (AS) dibuka ke zona merah pada pembukaan perdagangan Rabu (17/7/2019), di tengah musim rilis laporan keuangan yang diprediksi di bawah ekspektasi dan dibayangi perang dagang yang kian berlarut.

Indeks Dow Jones Industrial Average (Dow Jones) pada pukul 08:40 waktu setempat (20:40 WIB) melemah 0,09% (24,9 poin) ke 27.310,74. Demikian juga dengan indeks S&P 500 yang turun 0,04% (1,1 poin) ke 3.002,94. Sebaliknya, indeks Nasdaq naik 0,04% (3,6 poin) ke 8.226,68.

Bank of America melaporkan kinerja di atas ekspekstasi, didorong oleh kuatnya kredit ritel. Namun, sahamnya tertekan setelah direktur keuangan perseroan mengingatkan bahwa suku bunga rendah bisa menekan pendapatan bunga bersihnya (net interest income/NII).

Bersamaan dengan itu, United Airlines melaporkan laba bersih dan pendapatan yang melampaui ekspektasi analis, dan mengumumkan kenaikan program pembelian kembali saham di pasar (buyback) senilai US$3 miliar.

Menurut data FactSet, lebih dari 7% perusahaan terbuka yang menjadi konstituen indeks S&P 500 telah melaporkan laba bersih kuartal II-2019. Lebih dari 85% di antaranya melaporkan kinerja di atas ekspektasi analis, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 3,1%.

Hanya saja, investor memperkirakan outlook laba korporasi AS bakal tertekan. Menurut data FactSet, analis mengekspektasikan bahwa laba bersih emiten S&P 500 tertekan 3% pada kuartal II-2019.

“Ada alasan kuat untuk percaya bahwa musim rilis laporan keuangan ini bisa melampaui ekspektasi-meski perkiraannya bakal di bawah dari itu, yang bisa bagus untuk pasar,” tutur Chief Investment Officer Commonwealth Financial Network Brad McMillan, sebagaimana dikutip CNBC International.

Jika pasar mengantisipasi hasil kinerja yang di bawah ekspektasi, lanjutnya, pertumbuhan yang di atas ekspektasi bisa menjadi kejutan. Netflix, IBM dan eBay dijadwalkan melaporkan kinerja keuangannya usai sesi penutupan perdagangan Rabu waktu setempat.

Di sisi lain, pasar khawatir dengan prospek damai dagang setelah Presiden AS Donald Trump memberikan komentar yang skeptis mengenai itu, mengatakan bahwa kedua negara dengan perekonomian terbesar dunia itu menghadapi “jalan panjang” menuju damai dagang. Trump bahkan mengancam tarif tambahan sebesar US$325 miliar atas produk China. (Equityworld Futures)