Equityworld Futures | Kenaikan Harga Emas Sebabkan Inflasi Maret 0,10%

PT Equityworld

Equityworld Futures | Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi pada Maret 2020 sebesar 0,10 persen. Besaran tersebut didorong oleh inflasi inti yang utamanya dsebabkan oleh kenaikan emas perhiasan.

Kepala BPS Suhariyanto merinci kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan paling besar yakni perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi 0,99 persen dengan andil terhadap inflasi Maret sebesar 0,06 persen. Komoditas paling dominan dala kelompok ini yaitu kenaikan harga emas perhiasan yang andilnya 0,05 persen.

Kemudian kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0,10 persen dengan andil terhadap inflasi Maret sebesar 0,03 persen.

Suhariyanto mengatakan beberapa komoditas yang dominan memberikan andil yakni kenaikan telur ayam ras dengan andil 0,03 persen, kenaikan bawang bombai andilnya 0,03 persen, kenaikan gula pasir 0,02 persen serta kenaikan rokok kretek filter dan putih andilnya 0,01 persen.

“Inflasi Maret 2020 sebesar 0,10 persen penyebab utamanya adalah kenaikan harga emas perhiasan, telur ayam ras, bawang bombai dan gula pasir,” kata Suhariyanto dalam virtual konferensi pers, Rabu, 1 April 2020.

Dirinya mengatakan secara tahun kalender yakni sejak Januari hingga Maret (year to date) inflasi sebesar 0,76 persen. Sedangkan inflasi tahunan sebesar 2,96 persen.

Ia bilang inflasi Maret lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya Februari yang sebesar 0,28 persen. Demikian juga dibandingkan dengan Maret tahun lalu yang sebesar 0,11 persen.

Suhariyanto mengatakan inflasi terjadi di 43 kota dan teradi deflasi di 47 kota. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Lhokseumawe sebesar 0,64 persen karena kenaikan harga beberapa jenis ikan dan harga emas perhiasan. Kemudian deflasi tertinggi terjadi di kota Timika sebesar 1,9 persen karena adanya penurunan tarif angkutan udara.

Adapun beberapa penyebab deflasi yakni penurunan harga cabai merah dengan andil 0,09 persen dan cabai rawit dengan andil 0,04 persen. Kemudian adanya penurunan tarf angkutan udara yang memiliki andil 0,06 persen.

Lebih lanjut inflasi Maret menurut komponennya terjadi inflasi inti sebesar 0,29 persen, lalu terhadap harga yang diatur pemerintah mengalami deflasi 0,19 persen, dan harga yang bergejolak mengalami deflasi 0,38 persen.