Equityworld Futures | Kenapa Bisa Ada Rambut Uban dan Botak? Ini Jawaban Ilmiahnya

Equityworld Futures | Seiring dengan bertambah tuanya kita, banyak yang merasa berat harus menerima kenyataan bahwa rambut menjadi semakin keabuan (uban) atau rontok. Namun terlepas dari betapa umumnya masalah ini bagi semua orang, para peneliti sudah berjuang keras meneliti alasan utama biologis di baliknya. Selama ini kita terjebak untuk melakukan jalan pintas seperti menghitamkan rambut, rambut ekstensi/palsu ataupun berbagai obat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ternyata para peneliti akhirnya menemukan sel-sel spesifik yang bertanggung jawab terhadap pertumbuhan dan perubahan warna rambut. Sebuah kemajuan pesat untuk digunakan dalam perawatan uban dan kebotakan. Seperti apa sih kemajuan medis yang mereka temukan? Baca selengkapnya di sini. Dikutip dari idntimes.com

1. Penemuan sel yang bertanggung jawab terhadap kebotakan dan uban rambut itu terjadi secara gak sengaja ketika peneliti mencoba mencari tahu soal perkembangan tumor pada syaraf.

Para peneliti menemukan “sel-sel progenitor rambut” ini secara gak sengaja ketika meneliti tentang kelainan genetis langka yang menyebabkan tumor tumbuh di syaraf, yang disebut dengan Neurofibromatosis Tipe 1. Pimpinan penelitian Lu Le dari University of Texas Southwestern Medical Centre menyatakan bahwa walaupun proyek ini dimulai untuk memahami bagaimana beberapa jenis tumor tertentu terbentuk, mereka malah menemukan bagaimana rambut berubah keabuan hingga putih, serta menemukan identitas sel yang bertanggung jawab terhadap itu. Dengan ilmu tersebut, mereka harap nantinya bisa dibentuk senyawa khusus yang dapat dimasukkan ke dalam gen yang bersangkutan pada folikel rambut, untuk menyelesaikan masalah “kecantikan” ini.

2. Protein khusus akhirnya ditemukan sebagai kunci dari pertumbuhan rambut dan beberapa karakteristik yang dihasilkan di dalamnya.

Para peneliti sudah tahu bahwa stem cells kulit yang terkandung di dalam tonjolan di ujung bawah folikel rambut itu terlibat dalam proses pertumbuhan rambut, tapi mereka belum yakin apa yang membuat sel kulit tersebut berubah menjadi sel rambut. Makanya mereka gak bisa menemukan cara untuk menyiasatinya atau menstimulasi pertumbuhan rambut.

Namun seiring meneliti pembentukan tumor dalam sel syaraf, mereka menemukan protein yang membuat sel-sel tersebut terpisah satu sama lain. Protein tersebut dinamakan KROX20. Protein tersebut secara umum berhubungan dengan perkembangan syaraf. Namun dalam folikel rambut pada tikus, tim peneliti menemukan bahwa itu berganti fungsi dalam sel kulit yang berubah menjadi batang rambut, di mana itu akan membuat rambut tumbuh.

3. Semua protein yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang rambut itu harus ada, jika hilang satu saja, itulah yang akan menyebabkan rambut menjadi uban maupun rontok.

Protein tersebut kemudian menyebabkan sel-sel ini memproduksi protein yang disebut dengan stem cell factor (SCF). Ketika kedua molekul tersebut bereaksi di dalam sel, mereka akan mengangkat gumpalan calon rambut, berinteraksi dengan sel-sel melanosit yang memproduksi pigmen. Kemudian akan tumbuh menjadi rambut yang berwarna dan berkondisi sehat.

Namun jika salah satu atau lainnya hilang, prosesnya akan sangat terganggu. Ketika tim peneliti menghilangkan sel pemroduksi KROX20, mereka menyadari bahwa gak ada rambut yang tumbuh dan terjadilah kebotakan. Ketika mereka menghilangkan gen SCF dalam sel-sel progenitor rambut, rambut-rambut tersebut berubah menjadi putih.

4. Proyek penemuan protein rambut sejauh ini hanya dilakukan pada tikus, tapi proyek penelitiannya pada manusia sedang di tengah operasional dan akan segera ditarik kesimpulan.

Yang perlu diperhatikan, penelitian ini sebatas dilakukan pada tikus. Walaupun secara laboratorium kita memiliki banyak kesamaan fitur biologis dengan tikus, penelitian ini perlu dilakukan ulang pada manusia sebelum ditarik kesimpulan pasti. Namun Le dan timnya sudah menjalani proyek pencarian KROX20 dan SCF pada manusia terkait penipisan dan pengubanan rambut, dengan tujuan untuk mengatasi problem kebotakan pada manusia.

Harapannya itu gak hanya mengedukasi kenapa rambut kita menjadi beruban seiring menuanya kita, tapi juga mengedukasi tentang penuaan secara keseluruhan. Selain itu mengingat bahwa penelitian ini berpotensi membantu perawatan medis kita untuk terlihat lebih muda, gak ada salahnya diteruskan lebih mendalam. Penelitian ini dipublikasi dalam Genes & Development. (Equityworld Futures Jakarta)