Equityworld Futures – Pemerintah menyatakan sepuluh WNI yang disandera di Filipina berada di dua lokasi berbeda yakni Panamao dan Pulau Palac, Filipina Selatan.

Equityworld Futures – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan awalnya tujuh WNI yang disandera pada 20 Juni lalu berada di satu wilayah yang sama, yakni di Panamao, Sulu.

Namun pada 1 Juli lalu, tiga sandera dibawa ke Pulau Palac yang berada 64 kilometer dari Panamao. Sementara, empat sandera lainnya masih berada di Barangay, Desa Pangdan, Kalingalan Caluang, Sulu di bawah pengawasan Abu Sayyaf Group Sub Group Alhabsy Misaya.

Pada Sabtu (9/7) malam, insiden penyanderaan kelima kembali dialami WNI. Tiga anak buah kapal berkewarganegaraan Indonesia diculik dari kapal di perairan Sabah, Malaysia.

“Yang tiga (sandera terakhir) ini ditaruh dengan yang empat, jadi di sana tetap ada tujuh,” kata Ryamizard dalam acara silaturahmi di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (18/7).

Ryamizard menyatakan masih terus berkoordinasi dan menerima laporan dari Menteri Pertahanan Filipina. Selain itu, dia juga menjalin koordinasi dengan Menteri Pertahanan Malaysia melalui staf khusus masing-masing. Rymizard mengatakan, kondisi sandera masih dalam keadaan sehat.

“Sabtu (sandera WNI) masih sehat, kecuali tahanan-tahanan lain yang lama sudah kena malaria,” ujarnya.

Ryamizard menuturkan pemerintahan Filipina yang baru, juga berkomitmen memerangi Abu Sayyaf dan menyelesaikan kasus penyanderaan yang dialami WNI.

“Sesuai perintah Presiden Filipina,” ujar Ryamizard. Equityworld Futures