Equityworld Futures | Pengusaha Usul Kota Ini Jadi Ibu Kota Negara

PT Equityworld Futures 1017123

Equityworld Futures | Pemerintah sedang mengkaji rencana pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke salah satu kota di Kalimantan.

Terkait kebijakan ini, para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta meminta kepada pemerintah untuk melibatkan mereka dalam penyusunan kebijakan pemindahan ibu kota tersebut.

‎”Kita pelaku usaha berharap dalam penyusunan kajian ini dapat melibatkan pelaku usaha sehingga kita dapat memberikan masukan,saran dan pandangan dari sisi pengusaha,” kata Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang.

Sarman menuturkan, selama ini Jakarta dihuni oleh ratusan ribu pelaku usaha besar,penanaman modal asing (PMA),penanaman modal dalam negeri (PMDN),swasta nasional termasuk Kedutaan Negara sahabat dan atase yang intens malakukan komunikasi dan interaksi dengan Pemerintah pusat.

Jika perpindahan pusat pemerintahan dan ibu kota terlalu jauh dari Jakarta maka akan menimbulkan masalah baru. Masalah itu biaya operasional tambahan bagi pelaku usaha dan akan mengurangi produktivitas dan iklim usaha dan investasi yang kurang kondusif.

Untuk itu dirinya mengusulkan‎ dapat mempertimbangkan pusat pemerintahan dan ibu kota yang baru tidak jauh dari kota Jakarta. Terlalu riskan jika keluar Jawa apalagi wacana ke Kalimantan Tengah.

Sarman menambahkan, berkaca pada negara tetangga Malaysia yang jarak pusat pemerintahan Putrajaya dengan pusat bisnis dan ekonomi Kuala Lumpur hanya sekitar 25 km menjadi suatu acuan bagi Pemerintah. Jadi dari sisi efisiensi biaya dapat ditekan dan mengurangi biaya pelaku usaha.

“Alternatif ke wilayah Jonggol Cariau, Bekasi, Karawang, Purwakarta atau mungkin Banten di mana lahannya masih tersedia menjadi suatu pertimbangan,” ujar Sarman.

Equityworld Futures | Reaksi Pengusaha soal Ibu Kota Jakarta Akan Pindah ke Kalimantan

Equityworld Futures | Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengkritisi rencana pemerintah untuk memindahkan ibu kota Jakarta ke Kalimantan. Langkah pemerintah ini dinilai tidak tepat karena muncul di saat situasi ekonomi masih melambat dan kondisi keuangan negara mengalami keterbatasan.

“Kalau ada uangnya sih bagus saja, tapi apa iya duitnya ada? Apa benar sudah siap? Saya heran kayak gini kok muncul saat kondisi begini, apalagi tidak mungkin dilaksanakan dalam jangka pendek. Jangan grasak grusuk,” ucap Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani.

Dia menuturkan, rencana pemerintah menggandeng swasta untuk terlibat dalam pendanaan pemindahan ibu kota hanya akan sia-sia. Swasta ketika melihat potensi bisnis, ujar Hariyadi, pasti berpikir soal pasar.

“Swasta itu berpikir pasarnya bagaimana. Misalnya di Kalimantan Tengah, itu tidak ada apa-apanya. Mau bangun infrastruktur, duitnya dari mana. Bangun gedung pemerintahan kan ongkosnya dari pemerintah, kalau swasta duitnya dari mana,” Hariyadi menerangkan.

Hariyadi berpendapat, zaman sekarang semua serba elektronik, menggunakan internet, sehingga fisik kantor bukan lagi sebuah keniscayaan. Pemindahan ibu kota dan pusat pemerintah bukan merupakan sumber pertumbuhan ekonomi yang kuat. Contohnya swasta mau menggarap proyek antara di Canberra dan Sydney, Australia. Pasti investor akan lebih memilih Sydney dengan segudang potensi bisnis yang menjanjikan.

“Zaman teknologi canggih, internet, banyak perusahaan bekerja di rumah. Sekarang situasi lagi repot begini, swasta suruh begitu, mana pada mau. Kalau ekonomi lagi tidak susah pun, buat apa sih pindah,” ujar dia. (Equityworld Futures)

Save