Equityworld Futures | Harga emas turun menguji level psikologis support penting US$ 1.800 pada Kamis (5/8/2021), menyusul komentar hawkish (agresif) pejabat Federal Reserve (the Fed) memperkuat spekulasi pengurangan pembelian aset lebih awal, menjelang laporan pekerjaan bulanan utama Amerika Serikat (AS).

Harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi US$ 1.804,79 per ons dan emas berjangka AS juga melemah 0,4% menjadi US$ 1.806,90.

Harga emas melonjak lebih 1% pada Rabu (4/8/2021) karena data pekerjaan ADP AS lebih lemah dari perkiraan, tetapi segera menguat setelah Wakil Ketua Fed Richard Clarida menyarankan bank sentral dapat mulai mengurangi pembelian asetnya akhir tahun ini.

“Emas diperdagangkan lemah terhadap hasil riil, menunjukkan struktur mikro logam rentan terhadap katalis penurunan dan kami mengharapkan data pekerjaan Jumat,” kata analis komoditas TD Securities Daniel Ghali.

Laporan pekerjaan non-pertanian (non-farm payrolls) AS Juli yang dirilis Jumat (6/8/2021) dapat membentuk prospek kebijakan Fed. Para ekonom dalam jajak pendapat Reuters memprediksi kenaikan 870.000 pekerjaan.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas tanpa bunga.

Analis OANDA Craig Erlam mengatakan bahwa komentar berbagai pejabat Fed baru-baru ini memberi kesan The Fed akan cenderung hawkish. Kuatnya laporan pekerjaan akan mempercepat pengurangan stimulus, dan itu bukan pertanda baik untuk emas.

Di tempat lain, platinum turun 1,5% menjadi US$ 1.010,77, sementara paladium menguat 0,7% menjadi US$ 2.665,70.

Produsen mobil dunia baru-baru ini mengatakan kekurangan semikonduktor chip menghambat produksi lebih lama. Hal ini mempengaruhi permintaan platinum dan paladium yang digunakan untuk menekan emisi di mobil.

Sementara perak turun 0,5% menjadi US$ 25,24 per ons.