Equityworld Futures | Tentang Kanker Tenggorokan yang Menyerang Kim Woo Bin. Kenali Gejalanya Biar Kamu Lebih Waspada

Equityworld Futures | Buatmu korean lovers, kabar mengenai Kim Woo Bin yang divonis terkena penyakit kanker tenggorokan tentu cukup mengagetkan sekaligus membuat sedih. Bagaimana tidak, kabar ini tersiar di saat Kim sedang berada di puncak karirnya. Alhasil, beberapa pekerjaannya harus rela ditunda untuk sementara waktu, termasuk project film terbarunya berjudul Wiretrap yang rencananya akan mulai syuting bulan Juni mendatang. Kabar baiknya, kanker yang diderita Kim Woo Bin masih berada pada stadium awal sehingga langsung bisa ditangani. Syukurlah, harapan bagi aktor tampan ini untuk sembuh masih tinggi.

Seperti penyakit kanker pada umumnya, kanker tenggorokan atau yang disebut dengan kanker nasofaring memiliki tahapan stadium 1 hingga 4. Penyakit ini masuk dalam kategori penyakit langka dan ganas. Yang lebih mencengangkan lagi, Kim menderita kanker nasofaring di usianya yang baru menginjak 27 tahun. Sebenarnya, bagaimana penyakit ini menyerang manusia dan apa saja yang bisa kita lakukan agar jangan sampai menjadi korban selanjutnya? Simak ulasan yang dikutip dari hipwee.com

1. Kanker nasofaring merupakan penyakit langka dan ganas dan paling banyak diderita oleh orang Asia

Dibilang langka karena hanya ada 1 dari 100.000 orang di Amerika Utara berpotensi terkena penyakit ini. Parahnya, di negara-negara Asia, angka ini bisa lebih besar karena kanker nasofaring banyak dijumpai pada orang-orang ras mongoloid, yaitu penduduk Cina bagian selatan, Hong Kong, Thailand, Malaysia, juga di daerah India. Bahkan di Indonesia sendiri, kanker nasofaring masuk dalam kategori penyakit paling ganas keempat sesudah kanker rahim, kanker payudara dan kanker kulit. Lain halnya untuk ras kulit putih, dimana penyakit ini jarang ditemui.

Kanker nasofaring sendiri merupakan jenis kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut. Penyebaran kanker ini dapat berkembang ke bagian mata, telinga, kelenjar leher, dan otak. Risiko tinggi penderita penyakit ini biasanya dimiliki oleh laki-laki di bawah 55 tahun, atau adanya keluarga yang menderita kanker tenggorokan ini, karena kanker nasofaring juga merupakan jenis kanker yang diturunkan secara genetik.

2. Kim Woo Bin langsung memeriksakan diri ke dokter begitu merasakan ada gejala yang tidak mengenakkan pada badannya. Insting cepat tanggapnya sangat perlu untuk ditiru

Begitu merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya, Kim langsung memeriksakan diri ke dokter sampai kemudian mendapatkan diagnosa terkena kanker nasofaring stadium 1. Insting cepat tanggap terhadap apa yang sedang dialami oleh tubuhnya sangat perlu ditiru. Mengingat banyak orang mengetahui mengidap kanker saat sudah kronis alias stadium akhir. Kalau sudah begini, semua perawatan yang dilakukan bukan lagi untuk menyembuhkan, tapi lebih kepada membantu daya tahan tubuh untuk menyerang penyakit yang diderita.

3. Selain virus dan unsur genetik, hal-hal ini jugalah yang menjadi penyebab seseorang terkena penyakit kanker nasofaring

Virus epstein bar jadi salah satu pemicu munculnya kanker nasofaring. Penyebaran virus ini rata-rata melalui oral, termasuk penggunaan alat makan bersama. Saat virus ini menginfeksi tubuh, pada kondisi yang akut, tubuh seseorang akan merasakan benjolan pada bagian leher, penurunan daya tahan tubuh, demam, dan berat badan yang berkurang. Selain itu, kebiasaan buruk yang jadi penyebab kanker nasofaring adalah tingkat polusi yang tinggi, seringnya mengonsumsi makanan yang diawetkan, termasuk juga pengaruh dari unggas.

4. Belum diketahui secara pasti gejala paling signifikan untuk menentukan penyakit ini. Tapi, kamu patut waspada jika mengalami beberapa hal berikut ini

1. Epitaksis
Kondisi mimisan atau pendarahan hidung tapi masih dalam tahap yang ringan dan ini merupakan gejala dini akan kanker nasofaring.
2. Benjolan di leher
Benjolan ini tak menimbulkan rasa sakit, tapi jadi salah satu gejala yang timbul jika terkena kanker nasofaring. Jadi, jangan sepelekan jika merasa ada benjolan di leher.
3. Gangguan pada mata
Penglihatan yang kabur atau bahkan ganda secara tiba-tiba, mata menjadi juling, bahkan bisa menonjol keluar.
4. Telinga mendenging sebelah
Jangan sepelekan jika mengalami hal ini dengan frekuensi yang cukup sering.
5. Hidung tersumbat
Kamu patut waspada juga jika mengalami hidung tersumbat tapi tidak dalam keadaan flu atau sedang di daerah dingin.
6. Benjolan pada hidung
Benjolan yang kelihatannya beda dari sekadar benjolan digigit serangga dan menyebabkan ketidaknyamanan, sebaiknya perlu diperiksakan agar tidak berkembang menjadi lebih serius.
7. Sakit Tenggorokan
Gejala lainnya yang memang mirip dengan gejala flu adalah tenggorokan yang mulai terasa sakit seperti akan radang dan juga batuk.
8. Suara Serak
Berhubungan dengan gejala sebelumnya, tenggorokan yang sakit menjadikan suara jadi serak.
9. Sakit Kepala
Jangan remehkan sakit kepala karena keadaan ini bisa menjadi awal dari berbagai penyakit serius, tak terkecuali kanker nasofaring. Terlebih jika mengalami juga gejala-gejala pada poin sebelumnya.
10. Sulit Bernapas
Karena hidung tersumbat, otomatis kita pun akan mengalami kesulitan dalam bernapas dan hal ini tak dapat dianggap enteng bila memang ada gejala lainnya yang terjadi.
11. Infeksi Telinga Terus Terjadi
Infeksi pada bagian telinga sebaiknya tak dianggap enteng apalagi kalau terjadi secara terus-menerus.
12. Wajah Mati Rasa
Pada tahap yang sudah lebih parah, gejala kanker nasofaring yang bisa dialami oleh penderita adalah wajah yang tiba-tiba mati rasa. Namun terkadang ada juga yang merasakan wajahnya menjadi nyeri sehingga tak nyaman. (Equityworld Futures Jakarta)

Save