Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menguat 0,7% ke 6.068,219 Kamis kemarin, setelah bolak-balik masuk ke zona merah. Rebound menjelang akhir perdagangan membuat IHSG sukses menguat, dengan investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) nyaris Rp 700 miliar.

Tekanan bagi IHSG datang dari penjualan ritel di bulan Juli yang kembali berkontraksi dan diprediksi berlanjut di Agustus.

Bank Indonesia (BI) melaporkan, penjualan ritel yang dicerminkan oleh Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Juli 2021 beradi di 188,5.Turun 5% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm) dan -2.9% dari Juli 2020 (year-on-year/yoy).

Untuk Agustus 2021, BI memperkirakan IPR Berada di 196,5. Tumbuh 4,3% mtm tetapi masih terkontraksi 0,1% yoy. Dibandingkan Juli 2021 ada perbaikan baik secara mtm maupun yoy.

Sementara pada perdagangan hari ini, Jumat (10/9/2021), sentimen negatif datang dari luar negeri. Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Wall Street kembali melemah, indeks Dow Jones dan S&P 500 melemah 4 hari beruntun, sementara Nasdaq 2 hari beruntun.

Wall Street yang merupakan kiblat bursa saham dunia, saat ini sedang berdarah-darah tentunya memberikan hawa negatif ke pasar Asia hari ini.

Secara teknikal, IHSG kini sideways setelah bergerak di sekitar rerata pergerakan 50 hari (moving average 50/MA 50), MA 100, dan MA 200. Ambrolnya IHSG kemarin membuat posisinya nyaris di bawah ketiga MA tersebut.

Selain itu jika dilihat sejak awal Juni, IHSG membentuk pola Rectangle, dengan batas atas di kisaran 6.140 dan batas bawah di kisaran 5.940.

Pola Rectangle juga menjadi indikasi pergerakan sideways. Diperlukan penembusan konsisten di batas atas untuk memicu penguatan lebih lanjut. Pada 5 Agustus lalu, IHSG sempat menembus batas atas tersebut, tetapi hanya bertahan 2 hari saja. Artinya, mengalami false breakout.

Resisten terdekat kini berada di kisaran berpeluang menguat ke 6.060 hingga 6.080. Jika mampu ditembus dengan konsisten, IHSG berpeluang menguat ke 6.100 hingga 6.115.

Sementara itu di MA 100 di kisaran 6.020, masih menjadi support terdekat Jika pada perdagangan hari ini dijebol lagi, bursa kebanggaan Tanah Air berisiko menguji level psikologis 6.000. Penembusan ke bawah level tersebut berisiko membuat IHSG longsor menuju 5.970 hingga 5.950.