Equityworld FuturesHarga emas Comex kontrak Desember melemah setelah mencetak penguatan terbesar sejak 2 Agustus.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Comex kontrak Desember pagi ini melemah 0,32% ke level 1.352,5 per ounce pada pukul 08.18 WIB.

Namun, pada dini hari tadi emas Comex sempat menguat 0,7% ke level US$1.356,9 per ounce pada pukul 00.40 WIB. Penguatan terbesar emas dalam dua pekan terakhir tersebut terjadi seiring pelemahan bursa saham dan dolar AS.

baca: Buruknya Data Inflasi AS Bikin Emas Perkasa

Bursa AS jatuh dari level tertingginya, sementara itu indeks dolar AS melemah pada sesi ketiga, mendorong harga minyak menyentuh level tertingginya dalam sebulan.

Dolar AS melemah dengan sentimen bullish – Equityworld Futures

“Minyak mentah kembali cetak reli dan dolar AS kembali melemah memberikan sentimen bullish ,” ujar Tai Wong, Director of Commodity Products Trading BMO Capital Markets, seperti dikutip dari Bloomberg.

Kontrak berjangka emas telah naik 28% pada tahun ini seiring spekulasi The Fed akan memperlambat penaikan suku bunga, sedangkan Presiden The Fed untuk wilayah New York William Dudley mengatakan ada potensi penaikan suku bunga secepatnya pada bulan depan.

HARGA MINYAK 16 AGUSTUS Turun 0,57% – Equityworld Futures

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI kontrak September melemah 0,57% atau 0,26 poin ke US$45,48 per barel pada pukul 12.39 WIB, setelah dibuka dengan pelemahan 0,33% atau 0,15 poin di posisi US$45,59.

Pada saat yang sama, patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak Oktober juga melemah 0,62% atau 0,30 poin ke level US$48,05, setelah dibuka turun 0,27% atau 0,13 poin di level 48,22.

Menurut para pedagang, seperti dilansir Reuters hari ini, turunnya harga merupakan akibat dari penguangan setelah reli harga dalam lebih dari dua pekan. Penguatan sebelumnya telah didorong oleh wacana produsen membuka kembali wacana pengendalian kelebihan suplai.

“Minyak mentah naik ke level tertinggi dalam empat pekan seiring berlanjutnya spekulasi bahwa OPEC akan mendiskusikan potensi penghentian produksi pada pertemuan selanjutnya di antara anggota kelompok tersebut. Rusia ikut serta dan menyatakan terbuka untuk diskusi tersebut,” papar ANZ Bank dalam risetnya.

Source : Bloomberg
Editor : Gita Arwana Cakti