Equity World Futures – Meski tengah berpuasa, tak menyurutkan niatan Mahmoud El Alwadi seorang berkebangsaan Mesir yang tengah tinggal di Orlando, Amerika Serikat (AS), untuk tetap mendonorkan darahnya bagi korban penembakan di klub gay, beberapa hari lalu.

Seperti dikutip dari Khaleej Times, Ia mengatakan, langkah tersebut dilakukannya untuk membuktikan bahwa Islam adalah agama yang cinta damai. Pasalnya, tragedi yang menewaskan 50 orang itu bisa membuat pandangan miring di masyarakat hingga dimanfaatkan capres AS, Donald Trump untuk semakin menebar kebencian anti muslim di negara itu.

Dia menekankan, Islam tidak mengajarkan hal keji seperti itu. Aksi yang dilakukan Omar Saddiqui Mateen merupakan tindakan individu sebagai bagian dari radikal. Karenanya, Mahmoud bersama ratusan orang komunitas muslim di AS tak sungkan untuk mendonorkan darahnya untuk korban luka.

“Ada manusia yang terluka dan tertembak di bulan suci Ramadan. Sebagai seorang muslim, yang paling saya bisa lakukan adalah untuk menyumbangkan darah saya kepada mereka,” katanya seperti dikutip Selasa (14/6).

“Mereka adalah manusia, dan Ramadan adalah tentang bagaimana kita bisa saling memberi. Ini semua bagaimana kita bisa membantu orang yang membutuhkan dan tidak ada yang lebih baik daripada menyelamatkan hidup seseorang,” tambahnya.

Alasan lain gerakan mulia, lanjut Mahmoud, “Anak saya berusia 12 tahun didiagnosis leukemia tiga tahun lalu. Selama enam bulan, orang asing yang tidak saya kenal menyumbangkan darah ke dia untuk menyelamatkan hidupnya.”

“Saya tidak tahu siapa mereka, apa agama mereka, apa kebangsaan atau warna kulit, atau orientasi seksual mereka. Terus terang itu tidak masalah. anak saya selamat, terima kasih kepada mereka. saya berhutang kepada semua orang-orang,” pungkasnya.