Equity World Futures – Trik baru para penipu memanfaatkan momen pergantian tahun ajaran baru. Yang teranyar, penipuan dengan modus memberi beasiswa berprestasi.

Dikutip dari Liputan6.com, Sri Wahyuni (30), warga Gebang, Kecamatan Bonang, Demak, Jawa Tengah, menjadi korban si penipu. Ia sangat mendambakan putrinya mendapatkan beasiswa.

Namun, keinginan agar Nova Wahyu Utami, sang putri yang juga siswi Mts Negeri Bonang, mendapatkan beasiswa terpaksa berujung kecewa. Bukannya beasiswa sebesar Rp 7.750.000 yang didapat, justru dia harus kehilangan uang sebesar Rp 3,6 juta.

Berawal dari masuknya telepon seorang laki-laki yang mengaku bernama Agus. Dia menyampaikan, Nova Wahyu Utami, siswi kelas VII MTs Negeri Bonang, menjadi nominator beasiswa dengan nominal Rp 7.750.000.

Sri Wahyuni lalu bermaksud menghubungi pihak sekolah anaknya. Namun oleh Agus justru disuruh mengirimkan nomor rekening kepadanya.

Setengah jam berikutnya Agus menelepon lagi dan mengatakan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan dinas pendidikan bahkan sudah mendapat nomor registrasi. Oleh Agus, korban diminta membayar administrasi via ATM untuk mencairkan bantuan beasiswa tersebut.

Akhirnya, Sri Wahyuni malah mengirim ke rekening Agus sebesar Rp 3,6 juta ke nomor rekening atas nama Ahmad Yakub.

“Saya transfer via ATM. Rekening di tabungan terkuras habis, padahal uangnya buat bayar angsuran mobil. Hanya bisa pasrah, Mas,” kata Sri di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/5/2016).

Kepala MTs Negeri Bonang, Nurul Anam, saat ditemui di kantornya, membenarkan adanya penipuan itu. Awalnya pihak sekolah sekitar dua minggu yang lalu mendapat e-mail dari Kanwil Depag Propinsi Jawa Tengah untuk menyetorkan data anak berprestasi dengan lampiran form yang berisi nama dan alamat siswa, jumlah nilai, nomor hp siswa dan orangtua serta nomor rekening.

Menindaklanjuti isi e-mail tersebut pihaknya langsung mengirim data siswa sesuai yang diminta. “Data yang kita kirim sebanyak 63 siswa berprestasi mulai rangking pertama hingga rangking tiga,” kata Anam. Dia tidak menduga jika data yang dikirimkan ternyata dimanfaatkan penipu.