PT Equityworld | Dibayangi Antusiasi Pemulihan Ekonomi, Harga Emas Turun Tipis 0,07%

PT Equityworld

PT Equityworld | Harga emas turun tipis, setelah selama perdagangan Senin (8/6) bergerak volatil. Pergerakan harga emas masih dipengaruhi oleh optimisme investor terkait pemulihan ekonomi pasca pelonggaran kebijakan karantina wilayah atau lockdown. Mengutip Bloomberg, Selasa (9/6) pukul 12.00 WIB, harga emas spot tercatat berada di level US$ 1.697,42 per ons turun tipis 0,07% dibanding harga penutupan sebelumnya. Padahal, selama sesi perdagangan harga emas masih mampu bergerak di atas US$ 1.700 per ons, meski sempat turun ke level US$ 1.695,48 per ons.

“Melihat antusiasme terhadap pertumbuhan aset berisiko, pergerakan harga emas memang dalam tekanan. Namun, pelemahan nilai dolar AS sedikit banyak menahan laju penurunan emas,” kata Chief Strategist CMC Markets Michael McCarthy, dilansir dari Reuters, Selasa (9/6). Optimisme pemulihan ekonomi karena pelonggaran lockdown di sejumlah negara memang menjadi sentimen penekan harga emas. Pasalnya, pemulihan ekonomi, meski bertahap, akan memacu minat investor masuk ke aset berisiko seperti saham dan obligasi.

“Melihat antusiasme terhadap pertumbuhan aset berisiko, pergerakan harga emas memang dalam tekanan. Namun, pelemahan nilai dolar AS sedikit banyak menahan laju penurunan emas,” kata Chief Strategist CMC Markets Michael McCarthy, dilansir dari Reuters, Selasa (9/6). Optimisme pemulihan ekonomi karena pelonggaran lockdown di sejumlah negara memang menjadi sentimen penekan harga emas. Pasalnya, pemulihan ekonomi, meski bertahap, akan memacu minat investor masuk ke aset berisiko seperti saham dan obligasi.

Pelaku pasar saat ini tengah menunggu hasil pertemuan bank sentral AS atau The Federal Reserve yang berakhir pada hari Rabu (10/6). Pelaku pasar dilaporkan mengantisipasi adanya kebijakan penurunan tingkat suku bunga The Fed besok. Emas cenderung naik ketika suku bunga rendah.

Sementara itu, pergerakan harga emas juga masih dibayangi oleh kemungkinan kontraksi perekonomian global imbas pandemi virus corona atau Covid-19. Bank Dunia, pada hari Senin memperingatkan bahwa perkonomian global berpotensi terkontraksi 5,2% dan akan direvisi ke bawah jika ketidakpastian dan lockdown berlanjut.

Sentimen negatif emas juga hadir lewat kembali bergairahnya Bursa Asia, yang selama beberapa hari mengalami tren penguatan. Hal ini seiring dengan optimisme pemulihan ekonomi di region Asia setelah kurva kasus positif di beberapa negara Asia melandai. Dari dalam negeri, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat melemah. Pada Selasa (9/6), harga emas Antam tercatat sebesar Rp 875.000 per gram, turun Rp 1.000 per gram dibanding harga sehari sebelumnya.