PT Equity World | Dear Investor & Trader, Begini Nih Arah Pergerakan Harga Emas

pt equityworld emas

PT Equity World | Pergerakan pada hari Selasa mirip dengan awal pekan, emas sempat melemah sebelum berhasil rebound dan mengakhiri perdagangan di zona hijau, meski tipis.

Jika melihat lebih ke belakang, emas sudah mulai menguat sejak Selasa (12/11/19) pekan lalu. Sejak saat itu, hingga Selasa lalu, harga logam mulia ini berhasil menguat dalam 6 dari 7 hari perdagangan terakhir.

Perundingan dagang antara AS dengan China yang kembali memanas menjadi penopang penguatan harga emas, meski masih tipis-tipis. Pada pukul 14:09 WIB Rabu kemarin, harga emas dunia menguat 0,16% ke level US$ 1.74,64/troy ons di pasar spot, berdasarkan data Refinitiv. Sementara pada Selasa lalu, harga emas dunia ini menguat 0,1%.

Hubungan kedua negara merenggang di pekan ini usai CNBC International melaporkan Pemerintah China pesimis dengan kesepakatan dagang setelah Presiden AS Donald Trump menolak untuk menghapus bea masuk produk China.

“Mood di Beijing mengenai kesepakatan dagang saat ini pesimistis akibat keengganan Presiden Trump dalam menghapus bea masuk, dimana sebelumnya China percaya AS sudah sepakat akan penghapusan tersebut” kata sumber dari pemerintah China sebagaimana dikutip Eunice Yooh reporter CNBC International.

Sumber tersebut juga mengatakan China kini mengamati dengan seksama situasi politik di AS, termasuk sidang pemakzulan dan pemilihan presiden 2020.

Jika kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan dagang, Trump berencana akan menaikkan bea masuk lagi pada tanggal 15 Desember nanti. Tanpa perkembangan terbaru yang membuat hubungan kedua negara kembali adem, emas berpeluang melesat lebih tinggi lagi.

Rilis notula rapat kebijakan moneter bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) pada Kamis tadi malam juga menjadi katalis bagi harga emas. Notula tersebut berisi detail hasil rapat kebijakan saat The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 1,5-1,75%.

Saat itu Gubernur The Fed, Jerome Powell, mengatakan periode pemangkasan suku bunga sudah berakhir. Powell menambahkan The Fed hanya akan memangkas suku bunga lagi jika perekonomian AS memburuk.

Pada grafik harian emas yang disimbolkan XAU/USD beberapa kali menyentuh rerata pergerakan (Moving Average/MA) 125 hari (garis hijau) dan bertahan di atas level tersebut. Kini harga emas juga kembali ke atas MA 8 hari (garis biru) tetapi masih di bawah MA 21 hari (garis merah).

Momentum penguatan emas akan semakin kuat jika berhasil mengakhiri perdagangan di atas MA 21 di kisaran US$ 1.484/troy ons.

Indikator rerata pergerakan konvergen dan divergen (MACD) bergerak naik meski masih di wilayah negatif, histogramnya yang sudah masuk ke wilayah positif. Indikator ini mengindikasikan emas berusaha lepas dari tekanan turun dalam jangka menengah.

Pada time frame 1 jam, emas bergerak di kisaran MA 8, tetapi di atas MA 21 dan MA 125. Indikator stochastic bergerak turun dan berada di wilayah jenuh beli (overbought). Emas saat ini bergerak di dekat US$ 1.476/troy ons yang menjadi resisten (tahanan atas) terdekat.

Jika mampu menembus konsisten di atas level tersebut, harga emas berpeluang menguat ke level kunci US$ 1.480/troy ons. Ruang penguatan emas akan semakin terbuka jika mampu menembus konsisten ke atas level tersebut, dengan target ke US$ 1.484/troy ons, sampai US$ 1.490/troy ons.

Sementara melihat indikator stochastic yang overbought, emas berpeluang memangkas penguatan selama tertahan di bawah resisten US$ 1.476/troy ons.

Target penurunan ke area US$ 1.472,troy ons. Jika level tersebut ditembus, emas berpeluang turun lebih dalam ke US$ 1.469/troy ons sampai US$ 1.465/troy ons. (PT Equity World)