PT Equity World | Emas Melonjak 2%, Tembus di Atas US$ 1.800

PT Equityworld

PT Equity World | Harga emas melonjak sekitar 2% pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), rebound dari level terendah lima bulan. Spekulasi stimulus Amerika Serikat menambah daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, terangkat naik US$ 38 atau 2,13% menjadi US$ 1.818,90 per ounce.

Sehari sebelumnya, Senin (30/11/2020), emas berjangka turun US$ 7,2 atau 0,4% menjadi US$ 1.780,90, tingkat terendah sejak 2 Juli, tertekan oleh serbuan ke aset-aset berisiko. “Kami melihat emas merebut kembali level 1.800 dolar AS dan banyak dari itu berkaitan dengan melemahnya perdagangan dolar,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA. Setelah penurunan terus menerus, emas telah berada dalam keadaan oversold, memikat investor untuk membeli. Analis pasar percaya kenaikan ini berumur pendek, karena mereka melihat indikator teknis lainnya, “death cross” dalam grafik, menandakan potensi aksi jual besar.

Pasar mendapat sentimen positif setelah anggota parlemen meluncurkan rencana stimulus $ 908 miliar, sebesar $ 200 miliar di antaranya dalambentuk pinjaman usaha kecil Program Perlindungan Gaji. Berita tersebut memberikan dorongan pada emas. Meskipun demikian, Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell tidak mendukung rencana bipartisan tersebut, dengan mengatakan bahwa dia ingin mengesahkan “RUU bantuan yang ditargetkan”. Sebelumnya, dalam pidato yang dirilis Senin waktu setempat, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyoroti tantangan produksi dan distribusi massal vaksin sebelum dampak ekonomi menjadi jelas. Untuk itu, Powell menekankan perlunya dorongan stimulus lebih lanjut.

Emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, telah meningkat lebih dari 19% tahun ini, dibantu oleh stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk membantu ekonomi yang dilanda virus corona. “Kami memperkirakan harga di kisaran 2.000 dolar tahun depan,” kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik US$ 1,497 atau 6,63% menjadi US$ 24,09 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik US$ 38 atau 3,93% menjadi US$ 1.003,9 per ounce.