PT Equity World | Emas Naik Tipis Terganjal Yield Obligasi AS

PT Equityworld

PT Equity World | Emas berjangka naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), berbalik menguat tipis dari penurunan sehari sebelumnya.

Kenaikan emas terganjal oleh lonjakan imbal hasil (yield) obligasi AS dan dolar yang lebih kuat. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, terangkat US$ 5,40 atau 0,31% ditutup pada US$ 1.732,50 per ounce.

setelah jatuh lebih dari 10 dolar AS ke sesi terendah di bawah 1.717 dolar AS. Namun di pasar spot, emas diperdagangkan lebih rendah, karena para investor mencoba menyesuaikan dengan ketidakpastian yang ditimbulkan oleh sikap dovish Federal Reserve terhadap kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Harga spot emas turun 0,7% menjadi US$ 1.732,99 per ounce pada pukul 01.49 sore waktu setempat (1749 GMT), setelah menyentuh level tertinggi sejak 1 Maret di level US$ 1.755,25 per ounce. Ketidakpastian investor tumbuh setelah Ketua Fed Jerome Powell dalam konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu (17/3/2021) menolak memberikan petunjuk tentang bank sentral yang membeli lebih banyak obligasi untuk menurunkan imbal hasil yang melonjak sejak awal tahun.

Kenaikan imbal hasil telah membatasi reli aset-aset berisiko. Powell mengatakan tingkat pengangguran AS kemungkinan akan terus menurun dari 6,2% pada Februari sementara inflasi meningkat 2,4% dan memperkirakan pertumbuhan ekonomi pesat 6,5%. Tetapi itu masih belum cukup untuk menaikkan suku bunga, kata Ketua Fed. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan melonjak di atas 1,74% untuk pertama kalinya sejak Januari 2020, sementara dolar naik 0,5%. Ketua Fed pada Rabu (17/3/2021) mengulangi janjinya untuk menahan suku bunga mendekati nol dalam upaya untuk menjaga pemulihan ekonomi pada jalurnya sekalipun inflasi menembus target 2% tahun ini.

“Komentar Powell kemarin tentang suku bunga sangat mendukung emas, tetapi di sisi lain fakta bahwa imbal hasil obligasi 10-tahun terus meningkat telah membatasi kenaikan emas,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures. Beberapa investor memandang emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang dipicui langkah-langkah stimulus, tetapi imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi menumpulkan beberapa daya tarik dari komoditas-komoditas yang tidak memberikan imbal hasil.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 29,3 sen atau 1,12% menjadi US$ 26,351 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik US$ 18,20 atau 1,52% menjadi US$ 1.217,50 per ounce.