PT Equity World | Harga Emas Hari Ini, 5 Oktober 2020

PT Equityworld

PT Equity World | Harga emas bergerak zigzag pada perdagangan pekan lalu. Sempat menguat karena dipicu sentimen Donald Trump, emas berbalik melorot.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot ditutup melemah 0,32 persen ke posisi US$1.899,84 per troy ounce.

Emas berjangka Comex untuk kontrak Desember 2020 juga lungsur 0,45 persen ke level US$1.907,60 per troy ounce.

Adapun indeks dolar naik 0,14 persen ke posisi 93,8440. Indeks. Dolar menguat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan diri terinfeksi virus corona (Covid-19). Pasar keuangan langsung terhuyung karena berita tersebut menambah ketidakpastian di pasar keuangan.

Mengutip Marketwatch, harga emas berjangka berakhir lebih rendah pada hari Jumat meskipun Presiden Donald Trump dan istrinya mengumumkan bahwa mereka telah tertular penyakit Covid-19 dan akan dikarantina di Gedung Putih selama berhari-hari.

“Emas naik sedikit semalam karena berita diagnosis Trump tetapi berbalik turun karena telah menjadi jelas bahwa berita tersebut tidak memicu kepanikan keluar dari ekuitas ke tempat berlindung seperti emas,” Colin Cieszynski, kepala strategi pasar di SIA Wealth Management, kepada MarketWatch.

Ryan Giannotto, direktur penelitian di GraniteShares mengatakan harga emas turun lebih disebabkan oleh sentimen stimulus. Untuk diketahui, stimulus fiskal untuk memulihkan perekonomian AS menjadi bahan tarik ulur antara pihak eksekutif dan legislatif di AS.

“Kurangnya stimulus baru dari Federal Reserve dan kemacetan politik yang menghalangi bantuan fiskal telah menjadi faktor dominan di balik koreksi emas ini dan kekuatan dolar terkait,” katanya.

PT Equity World | Harga emas berbalik menguat ke level US$ 1.907 per ons troi di pasar spot

PT Equity World | Harga emas berbalik pada Jumat (2/10) siang. Melansir Bloomberg pada pukul 13.02 WIB, harga emas di pasar spot berada di level US$ 1.907,59 per ons troi alias melemah 0,08%.

Sementara harga emas berjangka Comex untuk pengiriman Desember 2020 melemah 0,27% ke level US$ 1.911,10 per ons troi.

Pelemahan harga emas terjadi karena indeks dolar AS yang naik 0,1% terhadap para pesaingnya. Ini membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Selain itu, jumlah orang di AS yang mengajukan klaim baru untuk manfaat pengangguran turun pada pekan lalu.

Namun, investor masih menganggap jumlahnya tetap berada di tingkat resesi. Sementara pendapatan pribadi turun pada bulan Agustus, menggarisbawahi kebutuhan akan paket penyelamatan pemerintah lainnya untuk bisnis dan penganggur perlu digenjot.

Nasib stimulus baru pun masih belum jelas. Namun, Dewan Perwakilan Rakyat AS sudah menyetujui anggaran US$ 2,2 triliun yang diajukan Partai Demokrat untuk bantuan baru dari pandemi virus corona.

Tetapi, jalan panjang mesti dilalui karena Gedung Putih kemungkinan besar akan mengajukan keberatan dan Partai Republik juga diprediksi akan menjatuhkannya di Senat.

Dari sisi pasar saham pun, bursa Asia sedikit berubah pada hari ini. Pasar masih menanti hasil kesepakatan stimulus AS dan data ketenagakerjaan yang baru untuk membaca tentang dampak ekonomi dari pandemi.