PT Equity World | Harga Emas Hari Ini, 19 Mei 2020

PT Equityworld

PT Equity World | Harga emas turun dari level tertinggi 4 minggu karena studi menjanjikan untuk vaksin corona membatasi permintaan aset haven.
Emas berjangka pengiriman Juni 2020 turun 1,2 persen menjadi US$1.734,40 per troy ounce pada pukul 01.30 di New York. Sebelumnya harga semoat mencapai puncaknya di level US$1.774,8 per troy ounce.

Pada perdagangan Selasa (19/5/2020) pukul 05.28 WIB, harga emas spot naik 0,09 persen atau 1,62 poin menjadi US$1.734,17 per troy ounce. Adapun, emas Comex kontrak Juni 2020 meningkat 0,08 persen atau 1,3 poin menuju US$1.735,7 per troy ounce.
Dikutip dari Bloomberg, Moderna Inc. menyampaikan tes vaksinnya memberikan tanda untuk membuat sistem kekebalan di dalam tubuh. Berita itu juga mendorong saham AS ke level tertinggi sejak awal Maret, sementara dolar dan obligasi jatuh.

Sebelumnya harga emas melejit 1,1 persen menyusul pernyataan Ketua Federal Reserce Jerome Powell yang mengingatkan pada Minggu (18/5/2020) soal pemulihan ekonomi AS dapat berlangsung pada akhir 2021, dan bergantung terhadap progres vaksin.
“Harga emas turun dari peningkatannya, mencerminkan pembalikan aset haven di tengah harapan terhadap vaksin,” papar Daniel Ghali, analis TD Securities.
“Vaksin saat ini juga dianggap sebagai obat bagi perekonomian ke depannya, setelah The Fed dan bank sentral lainnya akan memberikan stimulus dengan jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Data ekonomi yang suram dan kekhawatiran akan infeksi virus corona baru telah mendorong kenaikan harga emas baru-baru ini. Bahkan, harga masih meningkat di tengah sejumlah negara melonggarkan lockdown dan membuka aktivitas perekonomian.
Hal itu memicu spekulasi bahwa emas akan mencapai level tertinggi sepanjang masa. Apalagi permintaan emas untuk exchange traded funds (ETF) cenderung meningkat. Harga juga didorong oleh ketegangan AS-China, dan peluang suku bunga negatif The Fed.
Sementara itu, harga logam mulia yang digunakan untuk industri mengalami penguatan. Paladium melonjak 9,1 persen karena optimisme pembukana kembali ekonomi China dan stimulus untuk produsen mobil. Pabrik mobil merupakan konsumen terbesar paladium.

Harga emas berjangka jatuh pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menghentikan kenaikan selama empat hari beruntun, ketika harapan uji coba vaksin potensial COVID-19 mendorong para investor melirik aset-aset berisiko serta mengangkat harga ekuitas dan minyak.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun tajam 21,9 dolar AS atau 1,25 persen, menjadi ditutup pada 1.734,40 dolar AS per ounce. Sebelumnya, emas berjangka menikmati keuntungan selama empat hari berturut-turut.”Alasan mengapa emas agak bergoyang di sekitar perubahan positif dan negatif untuk hari ini adalah karena semua orang berpikir risk-on (mengambil risiko) masuk ke ekuitas – karena pasar di seluruh papan naik tiga persen,” kata Michael Matousek, kepala pedagang di Global Investors AS.Namun, tren “masih terbalik, masih ada banyak alasan untuk membeli emas.

“Wall Street melonjak dan harga minyak mencapai tertinggi dua bulan setelah pembuat obat Moderna mengatakan vaksin eksperimentalnya menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji coba tahap awal, dengan investor juga mengandalkan lebih banyak stimulus untuk menyelamatkan ekonomi AS dari kemerosotan.Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell, dalam pernyataannya yang disiarkan pada Minggu (17/5/2020), menguraikan kemungkinan kebutuhan untuk tiga hingga enam bulan lagi bantuan keuangan pemerintah bagi perusahaan-perusahaan dan keluarga.Emas, yang cenderung menguat karena ekspektasi suku bunga yang lebih rendah, telah meningkat sekitar 14 persen tahun ini karena bank sentral meluncurkan gelombang penurunan suku bunga dan stimulus lainnya untuk membatasi kerusakan ekonomi akibat pandemi.

Data ekonomi yang diterbitkan minggu lalu menunjukkan penjualan ritel AS dan produksi industri keduanya jatuh pada April, dengan krisis virus corona yang terus-menerus memukul pasar tenaga kerja AS.Jepang tergelincir ke dalam resesi di kuartal pertama.Pasar juga terus mewaspadai hubungan AS-China yang memburuk.Para analis pasar berpendapat bahwa prospek jangka panjang untuk emas tetap bullish karena investor khawatir atas dampak sejumlah besar stimulus dan kemungkinan langkah-langkah stimulus di masa depan, ketika langkah-langkah ini meningkatkan inflasi, mendorong investor ke emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi.Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 39,8 sen atau 2,33 persen, menjadi ditutup pada 17,468 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 52,2 dolar AS, atau 6,39 persen, menjadi menetap pada 869,3 dolar AS per ounce.