PT EQUITY  WORLD – Kepolisian diminta hati-hati dalam menyelidiki kasus penyebaran info dari Freddy Budiman mengenai dugaan keterlibatan aparat yg dilakukan koordinator Kontras Haris Azhar biar tiada tuduhan lakukan kriminalisasi.

Perihal ini diungkapkan pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar, sesudah Haris Azhar dengan cara resmi dilaporkan ke polisi.

Bambang menilai dugaan pencemaran nama baik rata rata dikarenakan seorang yg dituduh, namun dalam kasus ini Haris tak menyatakan nama melainkan institusi.

“Kalau dari sisi hukum normatif butuh cermat lantaran saudara Haris tak menuduh orang & beliau tak menuduh yang merupakan sesuatu yg dianggap negatif, namun jikalau itu di lihat dari sisi umum, jikalau institusi TNI, Polisi & Badan Narkotika Nasional merasa dicemarkan butuh didudukkan dengan cara umum pencemaran yg mana, sebab bila ada orang yg diduga jalankan sesuatu itu kan harusnya diselidiki dahulu,” kata Bambang.

PT EQUITY  WORLD, Benarkah Badan Narkotika Nasional & polisi terima beberapa ratus miliar dari Freddy Budiman?

“Jangan hingga itu dicap kriminalisasi, mesti cermat, sebab jika Haris ini diduga laksanakan tindak pidana ini ia tak menuduh orang, tapi kita tonton saja ia cuma menyebutkan institusi, biar lebih obyektif dikarenakan aparatur negeri, dinas negeri & marak narkotik itu butuh ada pembenahan, penertiban atau pembersihan ke dalam,” tambah ia.

Dalam tulisan yg menyebar di sarana sosial kepada minggu dulu, Haris yg mengaku berjumpa bersama terpidana mati Freddy Budiman di Penjara Nusakambangan 2014 dulu, menyatakan menyangkut dugaan keterlibatan oknum aparat Badan Narkotika Nasional Badan Narkotika Nasional, Polri & Bea Cukai dalam peredaran narkoba yg dilakukan Freddy Budiman.

Pada Awal Mulanya, Kepala Bidang Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul membenarkan adanya laporan dari Polri, Badan Narkotika Nasional & TNI terkait tulisan Koordinator LSM Kontras Haris Azhar yg mengungkapkan info dari terpidana mati Freddy Budiman berkaitan perdagangan narkoba.
Terlapor

“Statusnya terlapor, argumen pelaporan ada fitnah, pencemaran nama baik dari yg diungkapkan itu, dirinya dilaporkan terhadap tempo hari (Selasa) siang,” terang Martinus dikutip dari BBC Indonesia.

PT EQUITY  WORLD: Koordinator Kontras Haris Azhar dilaporkan ke Mabes Polri?

Menyikapi pelaporan Badan Narkotika Nasional, Polri & TNI, Haris menilai pelaporan itu tak serasi & terburu-buru, dikarenakan beliau dalam posisi cuma mengemukakan berita yg didapat dari Freddy Budiman.

“Saya percaya betul bila aku dipastikan oleh konstitusi utk berpendapat atau menyebarluaskan keterangan atau berita yg aku sanggup, dari sudut substansinya itu kan keterangan aku itu sebenarnya masukan yg bernilai dari segi internal apalagi masyakarat luas, aku menginginkan berita aku itu mampu berdinamika artinya dijawab oleh otoritas yg cocok bersama kerangka kerja yg baik & serta integritas yg mulia agar mampu menonton akurasi & praktik yg disebutkan Freddy Budiman itu benar atau tak,” kata Haris.

Haris meminta supaya pemerintah presiden mencetak tim, dikarenakan perdagangan narkoba ini telah di mana-mana.

Tulisan itu disebar lewat fasilitas sosial, menjelang pengerjaan eksekusi mati kepada awal minggu dulu. Freddy yg dihukum dalam kasus penyelundupan 1,4 juta pil ekstasi dari Cina kepada 2011, sudah dieksekusi terhadap Jumat dini hri.

Kepada 2012 dulu, Polda Metro Jaya memecat dua orang polisi yg terlibat dalam kasus perdagangan narkoba terkait dgn Freddy Budiman.

Akhir thn dulu, Polda Metro Jaya sempat launcing data oknum polisi yg terlibat penyalahgunaan narkoba meningkat 21 % kepada th dulu di bandingkan 2014.

Kastemer fasilitas sosial memakai tagar ‘saya yakin Kontras’ juga sebagai dukungan kepada Koordinator Kontras Haris Azhar yg dilaporkan ke Bareskrim Polri dikarenakan posting narasi menyangkut dugaan pertemuannya bersama terpidana mati narkoba Freddy Budiman.

Koordinator LSM itu dianggap jalankan fitnah & mencemarkan nama baik, kata kepolisian.

Dalam tulisan itu Freddy Budiman (yg sudah dieksekusi minggu dulu) dikutip menyampaikan bahwa beliau memberikan duit beberapa ratus miliar tupiah pada Badan Narkotika Nasional & oknum tertentu di Mabes Polri.

PT EQUITY  WORLD, Dukung Haris Azhar, Tagar ‘saya percaya Kontras’ populer di Twitter

Tagar ‘saya yakin Kontras’ dimulai oleh Rocky Gerung, satu orang pengajar di Kampus Indonesia lewat akun Twitter-nya.

Kalimat itu selanjutnya ikut dimanfaatkan oleh jumlahnya aktivis, selebritis, & costumer alat sosial lain buat menunjukan kekhawatiran mereka terkait penegakan hukum di Indonesia.

“Ironis, orang yg mengungkap kebenaran malah ingin dijeblosin ke penjara, oknum-oknumnya enak-enakan duduk slow,” kata @upin_bobby.
Pembungkaman?

Bagi sebahagian orang, pelaporan Haris serta dianggap yang merupakan upaya pembungkaman. “Sasaran mutlak merupakan pembungkaman & pembunuhan sikap kritis. Kita mesti paham ini,” kata aktivis Dytha Caturani lewat @purplerebel.

“Ini langkah sistematis membungkam kebebasan ekspresi,” tutur akun resmi pusat kajian alat & tv, Remotivi.

Sampai waktu ini, #SayaPercayaKontras sudah difungsikan 3.700 kali & jadi salah satu topik terkenal di Twitter Indonesia, Rabu (03/08).

Pada Awal Mulanya, Kepala Biro Penerangan Penduduk Divisi Humas Mabes Polri Agus Riyanto menyampaikan pihaknya susah menelisik bukti tuduhan suap dalam tulisan Haris dikarenakan terpidana telah dieksekusi & tiada berita apa serta terkait nama-nama penerima duit.

“Informasi seperti ini selayaknya diungkapkan pada pihak yg berkompeten termasuk juga Polri biar mampu cepat kita tindaklanjuti & telusuri. Bila sekarang ini baru muncul sementara mereka yg terkait telah wafat, ke mana kita ingin teliti & telusuri?” menurutnya kepada jurnalis BBC Indonesia Christine Franciska.

PT EQUITYWORLD FUTURES