PT Equity World | Kian Mahal, Harga Emas Tembus USD1.900/Ounce

PT Equityworld

PT Equity World | Harga emas terus naik pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Kenaikan harga emas didorong sikap dovish bahwa Federal Reserve kemungkinan akan menunda kenaikan suku bunga AS.

Namun demikian, rebound dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS meredupkan daya tarik logam mulia dan membatasi kenaikan harganya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terkerek USD3,2 atau 0,17% menjadi USD1.901,20 per ounce. Emas level teknis USD1.900 dan mencetak penyelesaian pertama di atas angka USD1.900 sejak awal Januari.

Menurut Analis Pasar Senior OANDA, Edward Moya, kenaikan imbal hasil obligasi AS dan penguatan dolar memberi beberapa alasan pada sebagian investor keluar dari emas.

“Tapi kami masih akan melihat harga emas terus naik dan level USD1.950 sepertinya merupakan tujuan jangka pendek,” ujar Moya, dikutip dari Antara, Kamis (27/5/2021).

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan berubah lebih tinggi sehingga meningkatkan peluang kerugian bagi investor yang memiliki emas. Sementara indeks dolar pulih dari posisi terendah, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Beberapa Pejabat Fed telah menegaskan komitmen terhadap sikap kebijakan yang dovish. Wakil Ketua Fed Richard mengatakan bahwa dapat mengekang berjangkitnya inflasi jika itu terjadi tanpa membuat pemulihan keluar jalurnya.

Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Pelaku pasar sekarang fokus pada produk domestik bruto, klaim pengangguran, dan data belanja konsumen AS minggu ini.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 17,9 sen atau 0,64% menjadi USD27,877 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik USD3,3 atau 0,28% menjadi USD1.200,20 per ounce.