PT Equity World | Kilau emas memudar ke US$ 1.810 per ons troi, penguatan dolar AS jadi penghalang

PT Equity World | Harga emas tergelincir, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam empat minggu pada perdagangan awal pekan ini. Emas melemah usai dolar Amerika Serikat (AS) beranjak dari posisi terendah dan investor menunjukkan kehati-hatian menjelang rilis laporan tenaga kerja AS.

Senin (30/8), harga emas spot ditutup melemah 0,4% menjadi US$ 1.810,34 per ons troi. Sebelumnya, emas sempat berada di level tertinggi sejak 4 Agustus.
Serupa, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Desember 2021 juga turun 0,4% menjadi US$ 1.812,2 per ons troi.
Harga emas sempat perkasa setelah pidato Gubernur Federal Reserve Jerome Powell pada konferensi ekonomi tahunan Jackson Hole pada hari Jumat (27/8).

Powell mengatakan, pengurangan program pembelian obligasi bank sentral AS dapat terjadi tahun ini, tetapi tidak memberikan indikasi waktu yang jelas bagi The Fed untuk mulai memotong pembelian asetnya. Hal tersebut berhasil mengirim emas lebih tinggi.
Namun, kilau emas meredup karena indeks dolar AS, yang telah merosot ke level terendah hampir dua minggu setelah pidato Powell, mencoba rebound.
“Pasar mulai merasakan bahwa akan ada beberapa pengurangan tahun ini tetapi mungkin tidak dengan agresivitas yang akan menakuti pasar,” kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.
Wyckoff, bagaimanapun, mengatakan bahwa kehati-hatian menjelang rilis non-farm payrolls yang dijadwalkan pada hari Jumat (3/9), dapat membebani emas minggu ini. Jika data upah tersebut kuat, maka dapat memberi sentimen hawkish bagi para pejabat The Fed dalam berdebat untuk menjauh dari kebijakan moneter ultra-longgar.
Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
Carsten Menke, Head of Next Generation Research di Julius Baer ​​mengatakan, komentar yang dibuat pada konferensi Jackson Hole seharusnya tidak memiliki dampak “mendasar” pada emas dan perak.
“Kami tetap sangat yakin tentang pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan lonjakan inflasi sementara, menyebabkan harga emas dan perak agak lebih rendah,” jelas Menke, mencatat bahwa inflasi dan pemulihan ekonomi adalah pendorong utama pasar.