PT Equityworld | 5 Hoax psikologi tentang kepribadian yang dipercaya banyak orang

pt equityworld

PT Equityworld | Hoax atau berita palsu sudah ada sejak dahulu dan masih ada sampai sekarang. Di jaman sekarang ini penyebaran berita hoax semakin cepat berkat kemajuan teknologi bahkan berita hoax sudah merambah ke ranah ilmu pengetahuan salah satunya psikologi. Maraknya berita hoax dengan label ‘ilmiah’ ini apalagi hoax yang berkaitan ilmu psikologi membuat banyak orang percaya walaupun tidak memiliki bukti secara ilmiah.

Agar kamu tidak termakan hoax berikut 5 hoax psikologi yang banyak orang percaya seperti dikutip dari berbagai sumber ini. Dikutip dari brilio.net

1. Golongan darah mempengaruhi kepribadian

Mungkin kamu pernah membaca atau menonton video mengenai golongan darah A memliki sifat pemarah tetapi melindungi teman-temannya atau golongan darah O yang cerdas tetapi pemalu dan masih banyak lagi. Padahal semua itu rupanya belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Sebuah penelitian seorang psikolog sosial asal Jepang Kengo Nawata tahun 2014 bisa membuktikan bahwa keduanya sama sekali tidak memiliki hubungan. Nawata mengambil sampel 10 ribu orang Jepang dan Amerika. Hasil dari jurnal yang diterbitkan The Japanese Journal of Psychology tersebut golongan darah tidak memiliki kaitan dalam mempengaruhi kepribadian.

2. Berpikir dengan otak kiri vs otak kanan

Mungkin kamu pernah mendengar bahwa orang yang dominan berpikir dengan otak kiri cendrung lebih pintar sedangkan otak kanan memiliki bakat dalam bidang seni. Namun itu hanya hoax belaka. Dikutip dari jurnal yang diterbitkan plosone.org yang diteliti oleh Anderson, dkk dari University of Utah bahwa proses kerja otak dalam berpikir dilakukan secara bersamaan. Hal ini mengacu dari 1000 sampel otak yang mereka teliti, dan ternyata hasil penelitiannya tidak menunjukan bahwa otak bekerja secara bersamaan tanpa didominasi oleh otak kiri dan otak kanan.

3.Mendengarkan musik klasik dapat mencerdaskan otak

Konon mendengar musik klasik seperti Mozart, Bethoven, atau Bach dapat meningkatkan kecerdasan otak. Karena hal itu banyak wanita hamil menghabiskan waktu berjam-jam demi mendengarkan musik tersebut. Namun psikolog dari Harvard University membantah “teori” tersebut.

Dilansir dari viva.co.id Samuel Mehr dan rekannya mengambil 74 anak umur 4 tahun. Dalam tesnya sampel di bagi menjadi dua kelompok kemudian kelompok pertama diberikan pelajaran musik dan seni sedangkan kelompok kedua tidak. Selanjutnya para peneliti memberikan tes pada masing-masing kelompok yaitu tes kongisi seperti matematika, tes kosakata, dan lain-lain. Hasil dari penelitian tersebut ialah tidak ada perbedaan yang signifikan dari dua kelompok tersebut.

4. Urutan kelahiran mempengaruhi kepribadian

Anak sulung lebih mandiri dan pintar atau anak bungsu itu manja. Kata-kata yang sering kamu dengar dari teman-teman atau orang yang kamu temui. Tapi apakah kamu tahu bahwaa itu hanya mitos. Dilansir dari kompas.com peneliti dari Universitas Liepzig Jerman Julia rohrer dan rekannya melakukan penlitan dengan mengambil 20 orang Amerika sebagai sampel. Hasilnya ialah urutan kelahiran tidak mempengaruhi kepribadian sesorang. Menurutnya kepribadian anak dipengaruhi oleh bagaimana interaksi mereka di dalam keluarga.

5. Mood berubah saat PMS

Banyak orang mengatakan bahwa wanita Pre Menstruation Syndromme (PMS) itu galak atau mungkin perempuan itu serem pas PMS. PMS membuat para wanita merasakan tidak enak badan, perubahan mood yang berubah ubah nyeri bagian dada dan lain-lain. Namun, dikutip dari theindependent.com seorang psikolog perempuan Robin stein deLuca mengatakan bahwa perubahan mood akibat menstruasi hanya mitos. Menurutnya perubahan mood terjadi karena para wanita percaya bahwa percaya pada berita bohong yang disebarkan didalam majalah, buku, koran soal sindrom PMS dapat merubah mood sesorang sehingga para wanita menjadi terhanyut akibat berita bohong tersebut. (PT Equityworld)