PT Equityworld | 7 Mitos Tentang Gula yang Dianggap Semua Orang Sebagai Fakta

PT Equityworld | Rasa gula yang manis membuat banyak orang menyukainya. Gula juga bisa membuat makanan yang tadinya tawar menjadi lebih menarik untuk dicicipi, contohnya saja roti, donat dan lain sebagainya. Selain itu, gula juga bisa menambah energi untuk tubuh. Karena gula merupakan bahan pokok utama dari setiap makanan, orang-orang berpikir untuk mengganti gula biasa dengan gula rendah kalori demi kesehatan. Dikutip dari idntimes.com

Dari semua hal-hal yang orang ketahui tentang gula, ternyata ada 7 mitos tentang gula yang orang anggap sebagai fakta.

1. Orang pikir gula yang menyebabkan diabetes, padahal bukan.

Ada dua tipe diabetes. Diabetes tipe satu disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel penghasil insulin di pankreas. Tidak ada hubungannya dengan gula. Sedangkan diabetes tipe dua disebabkan oleh genetika dan gaya hidup. Beberapa orang mewarisi penyakit diabetes ini dari orangtua atau generasi keluarga sebelumnya sehingga menyebabkan dirinya yang beresiko lebih tinggi mengalami diabetes.

Dan tentang gaya hidup, seseorang yang kelebihan berat badan, tidak pernah olahraga serta memakan sembarang makanan bisa menyebabkan resiko pengembangan insulin meningkat secara signifikan dan menyebabkan terjadinya diabetes. Gula mungkin memiliki kontribusi tentang berat badan berlebihan, tapi jika diimbangi dengan olahraga yang teratur maka itu bisa mengurangi resiko obesitas.

2. Orang pikir anak-anak yang mengonsumsi banyak gula akan jadi hiperaktif, padahal tidak.

Banyak orang berpikir bahwa kandungan gula yang berlebih pada anak bisa membuatnya menjadi hiperaktif dan banyak tingkah. Gula memang menciptakan energi, tapi tidak membuat anak jadi hiperaktif. Menurut penelitian, kebanyakan orangtua salah mengenali reaksi yang timbul dari anak-anak mereka tentang banyak tingkah ini. Banyak yang berpikir bahwa itu dikarenakan gula, padahal sebenarnya itu dikarenakan oleh kegembiraan sang anak sendiri. Anak menjadi banyak tingkah dengan berteriak bahagia, berlarian, atau bahkan melompat-lompat itu dikarenakan kebahagiaan yang dirasakannya.

3. Gula bisa membuat kanker tumbuh dengan cepat, padahal tidak.

Menurut Mayo Clinic, gula tidak memiliki pengaruh dalam perkembangan kanker. Gula justru digunakan untuk menambah energi pada tubuh akibat penyakit. Penelitian tersebut mengatakan bahwa penggunaan gula dilakukan dalam jumlah besar, bisa membuat sel kanker berkembang tapi tidak dengan mempercepat.

4. Orang pikir gula menyebabkan gigi berlubang, padahal itu bukan salah gula sepenuhnya..

Gigi yang berlubang disebabkan oleh asam yang diproduksi oleh bakteri yang memakan gula tapi bakteri tersebut juga memakan banyak karbohidrat yang tertinggal di gigi dari makanan lain seperti biji-bijian dan buah. Tidak bisa menyalahkan semuanya pada gula karena sebenarnya yang jadi penyebab utama gigi berlubang adalah plak gigi. Dengan menjaga gigi dengan baik dan sikat gigi sebelum tidur, plak gigi akan berkurang dan bisa mengurangi resiko gigi berlubang.

5. Orang pikir gula olahan selalu memiliki dampak buruk padahal tidak.

Jika banyak orang tidak ingin menggunakan gula olahan dan menggantinya dengan gula alami. Padahal gula olahan tidak selamanya buruk karena gula olahan justru adalah gula yang paling baik untuk diet. Gula olahan mengandung kalori yang sangat sedikit dibanding dengan gula alami. Sehingga kamu yang ingin mengurangi berat badan bisa mengonsumsi gula olahan saja dibanding dengan gula alami.

Selain itu, gula olahan cenderung tidak meningkatkan kadar gula darah karena gula olahan tidak termasuk karbohidrat. Berbeda dengan gula alami yang termasuk kandungan karbohidrat dan dapat memicu kerja insulin ketika dikonsumsi.

6. Gula bisa menyebabkan kecanduan, padahal gak juga.

Sebuah studi mengatakan bahwa orang yang memilih gula dengan alasan kesehatan belum tentu kecanduan. Ada beberapa macam tipe kecanduan yaitu obsesi konstan, kehilangan kontrol, penggunaan meningkat dan ketidak puasaan saat tidak terpenuhi. Studi tersebut mengatakan, dari semua orang yang telah menjalani tes tentang gula dan kecanduan, hanya sedikit saja orang yang mengalami gejala kecanduan di atas. Jadi, adalah sebuah mitos jika gula bisa menyebabkan kecanduan.

7. Gula merah lebih sehat dari gula putih, yakin itu benar?

Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, gula merah mengandung sekiar 17 kilo kalori per sendok teh dibandingkan dengan gula putih yang mengandung 16 kilo kalori per sendok teh. Dikarenakan kandungan molasenya, gula merah memang mengandung beberapa mineral tertentu seperti kalsium, kalium, zat besi dan magnesium tapi kandungan tersebut ada dalam jumlah yang sangat kecil sehingga tidak ada manfaat kesehatan nyata yang bisa dari kandungan tersebut.

Itu dia tadi 7 mitos tentang gula yang orang anggap sebagai fakta. Kalau kamu sudah tahu belum. (PT Equityworld Jakarta)

Save