PT Equityworld | Biar Kamu Nggak Dicap Bocah Ingusan di Usia 20-an, 8 Kebiasaan ini Harus Dihentikan

PT Equityworld 18

PT Equityworld | Menjelang usia kepala dua, sebagian remaja nggak sadar masih terbawa dalam suasana ingar bingar umur belasan. Kamu yang baru saja merayakan ulang tahun ke 19 harus mulai sadar kalau kebiasaan masa remaja nggak melulu baik diterapkan di usia 20-an. Kamu nggak mau kan dibilang masih bocah padahal umur sudah kepala dua. Sedangkan banyak teman sebaya yang sudah mulai merasakan kedewasaan di usia 20-an. Jangan mau kalah, daripada dibilang terus-terusan seperti masih bocah, mending perlahan ganti kebiasaan lama dengan yang baru.

Menjalani hidup di usia 20-an juga nggak kolot-kolot banget kok. Meski harus lebih hati-hati dalam bersikap karena semua hal agaknya harus dijalani dengan mandiri. Semua yang terjadi di usia 20-an adalah kaitannya dengan prinsip, kamu akan dihadapkan dalam beberapa pilihan sulit. Kalau kamu masih terjebak pada keseruan umur belasan, bisa jadi kamu terjerembab pada kegagalan atau paling tidak kelambanan untuk berkembang memeroleh jati diri. Optimis saja, tinggalkan sedikit egoismu dan bersikap lebih dewasa.

1. Cuma bocah yang bisa bahagia karena nganggur, sebisa mungkin kamu cari kesibukan, bikin nongkrongmu berfaedah

Usia belasan memang sedang akrab-akrabnya dengan pencarian jati diri, masih suka main dengan teman SMA atau nongkrong bareng gebetan dengan masa depan yang masih “abu-abu”. Kamu yang sebentar lagi masuk usia kepala dua, harus mulai memahami bahwa kebiasaan nongkrong jikalau tanpa tujuan yang berfaedah mesti segera diubah. Sayang kan kalau misal masa mudamu gitu-gitu saja sementara di luar sana banyak yang bikin bangga.

2. Sudah nggak zamannya menyelesaikan masalah dengan amarah yang meledak-ledak, selesaikan dengan kepala dingin

Usia muda dan emosi, kaitannya dengan dua hal itu suka nggak suka kamu akan bertemu dengan dua hal, amarah atau kesedihan. Kontrol amarah di usia belasan yang masih labil harus ditanggalkan, kesedihan yang menderu di usia muda harus disikapi dengan dewasa saat masuk usia 20-an. Biar kamu nggak selalu marah-marah, atau galau tanpa penyelesaian yang membahagiakan.

3. Bukan kemarin dan hari ini saja, kamu sudah punya cita-cita realistis untuk hari esokmu. Sebab ini tentang masa depan

Bagaimana kamu merawat dirimu untuk menyongsong masa depan? Apakah hanya dengan berpangku tangan dan berharap mendapat bantuan keluarga? Kalau terus-terusan begini tentu saja harapanmu tinggal hanya harapan. Mulai sekarang pertimbangkan segala perencanaan untuk masa depan. Jika kamu berhadapan dengan pilihan, segeralah pilih dalam kepastian tanpa ragu, usahakan kamu sudah memikirkannya panjang lebar.

4. Jangan selalu meminta bantuan orangtua, siapkan diri untuk hidup mandiri tak perlu menunggu dapat pekerjaan mapan

Orang tuamu nggak ingin anaknya terus-terusan bergantung padanya, apalagi hal-hal kecil yang sebenarnya kamu bisa lakukan sendiri, dan memang harus kamu lakukan sendiri. Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan sendiri, bukan hanya soal kebutuhan sehari-hari melainkan kewajiban seperti belajar dan menabung untuk kebutuhan sendiri. Apa iya kamu mau manja terus?

5. Berprinsip, jangan hanya ikuti alur orang lain karena kamu punya prinsip untuk bersikap

Kadang kamu terbawa suasana, meniru atau mencoba berperilaku seperti teman kebanyakan yang masih asyik dalam ingar bingar usia belasan. Harusnya kamu berbeda dari mereka, kamu punya prinsip yang harusnya kamu ciptakan sebagai tempat yang nyaman saat kamu jatuh atau butuh pembenaran. Kalau sampai saat ini kamu belum tahu prinsipmu menjalani hidup di usia segini, carilah pengalaman biar kian matang prinsipmu.

6. Sementara orangtua mengarahkan, kamu tetap harus berani mengungkapkan apa yang dirimu mau, pastinya dengan cara yang baik

Kamu memang harus nurut dengan kebaikan yang diajarkan orang tuamu. Tapi kamu juga punya hak untuk berpendapat. Mau nggak mau kamu lah orang yang akan menjalani masa depanmu. Rencanakan dengan baik, kalau pun itu akhirnya bertentangan dengan orang tuamu, ambil jalan tengah dan komunikasikan baik-baik dengan orang tuamu.

7. Selain harus menentukan cita-cita sendiri, kamu juga sudah harus memikirkan saudara kandung dan orangtuamu

Kamu punya saudaa, keluarga yang memberikan kasih sayang tiada tara. Kamu harus memulai memahami bahwa apa yang kamu lakukan secara nggak langsung juga berimbas kepada mereka. Seperti halnya cita-cita, apa yang kamu usahakan dan harapkan di masa depan pasti akan berimbas pada keluargamu. Gunakan sebisa mungkin waktu luang untuk memikirkan masa depan. Optimis deh!

8. Mulai mencoba berkenalan dengan orang-orang baru yang visioner, kamu harus berkembang lebih mekar jangan stagnan

Jangan berhenti di satu tempat, jangan berhenti di satu tahap yang nggak akan membawamu ke tahapan yang lebih baik. Kamu bisa berkembang, maka carilah ilmu sebanyaknya di usia muda, carilah orang-orang yang berpandangan maju dan visioner. Semoga kamu mendapatkan teman-teman baru yang optimis dan visioner sepertimu.

Kedewasaan seseorang memang nggak bisa dihakimi untuk lahir di usia tertentu, tak bisa digeneralisir secara pasti. Banyak hal yang terjadi di luar sana yang dialami orang-orang di usia 20-an, mereka paham benar akan kedewasaan dalam bersikap. Perkara kedewasaan mungkin kita akan selalu mengaitkannya dengan pengendalian akan emosi, karena di beberapa fenomena di sekitar kita, kejadian miris terjadi atas kelemahan dalam pengendalian emosi. Kita pasti mengenal istilah baper dan segala macamnya, hal negatifnya adalah mereka yang terlalu terbawa perasaan akan jatuh pada kesedihan atau kegembiraan yang melempar mereka pada keputusan yang sangat miris; bunuh diri atau hilang kendali. Semoga kamu selalu dilindungi oleh optimis, kebahagiaan serta kemampuan mengendalikan emosi di usia 20-an. (PT Equityworld)