PT Equityworld | Harga Emas Melonjak Saat Dolar Tertekan Stimulus Fiskal

PT Equityworld

PT Equityworld | Harga emas kembali menguat pada akhir perdagangan Selasa (19/11/2021), memperpanjang kenaikan hari kedua berturut-turut, karena pelemahan dolar AS akibat prospek stimulus. Prospek lebih banyak stimulus dari pemerintahan baru Joe Biden mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi. Namun di sisi lain menurunkan nilai tukar mata uang.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, melonjak US$ 10,3 atau 0,56% menjadi US$ 1.840,20 per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (18/1/2021), emas berjangka naik US$ 6,90 atau 0,38% menjadi US$ 1.836,80.

Janet Yellen, calon Menteri Keuangan kabinet Presiden AS terpilih AS Joe Biden, kepada anggota Senat pada sidang pengesahannya, Selasa (19/1/2021) mengatakan, nilai dolar AS harus ditentukan pasar. Yellen juga menegaskan kembali komitmennya untuk melakukan tindakan guna membantu ekonomi dan menggarisbawahi kedalaman krisis.

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang akibat stimulus yang meluas.

Indeks dolar tergelincir dari level tertinggi empat minggu di sesi terakhir, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. “Selama kami mendapatkan momentum (pasar saham), itu membuat harga emas diperdagangkan relatif dalam kisaran tertentu,” kata Pendiri Circle Squared Alternative Investments, Jeffrey Sica.

“Kemungkinan lebih banyak stimulus sangat positif untuk emas,” ujarnya.

Investor menunggu pelantikan Biden pada Rabu waktu setempat, di tengah pengetatan langkah-langkah keamanan setelah kerusuhan 6 Januari di Capitol AS.

Logam mulia lainnya, p​​​erak pengiriman Maret naik 45,4 sen atau 1,83% menjadi US$ 25,32 per ounce. Platinum pengiriman April naik US$ 2,1 atau 0,19 % menjadi US$ 1.092 per ounce.