PT Equityworld | Harga emas menguat tipis setelah kemarin gagal bertahan di atas level US$ 1.800 per ons troi. Kamis (16/9) pukul 7.00 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.795,29 per ons troi.

Harga emas spot ini menguat tipis 0,07% dari penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.794,06 per ons troi. Sedangkan harga emas kontrak Desember 2021 di Commodity Exchange menguat 0,05% ke US$ 1.795,70 per ons troi.

Meski bergerak di bawah US$ 1.800 per ons troi, harga emas masih relatif stabil. Harga emas masih menunggu kejelasan pengurangan stimulus Federal Reserve pada rapat FOMC pekan depan.

Angka inflasi yang lebih lemah daripada prediksi menyebabkan harga emas tidak mampu bertahan naik tinggi. “Risiko penurunan harga emas juga terbatas karena perlambatan inflasi sehingga mengurangi kecepatan untuk melakukan tapering,” kata analis Saxo Bank, Ole Hansen kepada Reuters.

Laporan manufaktur The Fed New York yang lebih kuat dari perkiraan untuk September menekan harga emas karena menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi sehingga investor mengurangi posisi safe haven.

“Data tersebut masuk ke dalam kelompok hawkish kebijakan moneter, yang memberi sedikit tekanan pada emas,” kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals. Dia menambahkan bahwa sentimen risiko yang membaik membebani emas.

Tetapi tidak ada berita utama khusus yang bisa menekan harga emas turun lebih lanjut. “Setiap kabar baik adalah berita buruk untuk emas,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Jika lebih banyak data ekonomi positif keluar, The Fed akan lebih bersedia untuk mulai mengurangi pembelian aset. Sehingga Meger memperkirakan harga emas kemungkinan akan bergerak mendatar menjelang pertemuan FOMC.