PT Equityworld | Harga emas tumbang di awal perdagangan pekan ini. Bahkan, harga emas menyentuh level terendah dalam lebih dari tiga pekan.

Senin (13/9) pukul 7.20 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.786,48 per ons troi, turun tipis dari penutupan perdagangan pekan lalu US$ 1.787,58 per ons troi. Harga emas spot anjlok 2,02% dalam sepekan.

Sedangkan harga emas kontrak Desember 2021 di Commodity Exchange turun 0,25% ke US% 1.787,60 per ons troi. Dalam sepekan, harga emas berjangka ini melemah 0,61%.

Harga emas pekan lalu turun untuk pertama kalinya dalam lima pekan terakhir. Harga emas masih melemah karena ketidakpastian waktu rencana pengurangan stimulus Federal Reserve Amerika Serikat (AS).

Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities mengatakan, lonjakan yield US Treasury mencegah dana spekulatif bergerak secara meyakinkan ke emas. Yield US Treasury acuan tenor 10 tahun naik setelah data ekonomi menunjukkan inflasi yang tinggi dapat bertahan untuk beberapa waktu.

Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, yield yang lebih tinggi menjadi opportunity cost untuk memegang emas batangan tanpa bunga. “Data indeks harga produsen AS yang meningkat dapat mendorong orang untuk percaya bahwa The Fed dapat menunjukkan akomodasi yang sedikit lebih sedikit dengan pengurangan,” tambah Melek.

Investor emas memantau dengan cermat keputusan Fed. Harga emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung naik ketika suku bunga rendah. Analis Commerzbank Daniel Briesemann mengatakan bahwa pelaku pasar emas menunggu karena ketidakpastian seputar garis waktu pengurangan stimulus The Fed.