PT EquityWorld Futures – Indeks Nikkei Langsung Menguat Setelah Pernyataan FBI Atas Email Hillary Clinton. Indeks Nikkei di Jepang pada awal perdagangan awal pekan, senin (07/11) dibuka positif, saat ini terpantau naik 197,48 poin atau 1,71 persen di 17.102,84. Penguatan Nikkei terjadi setelah Biro Investigasi Federal (FBI) menyatakan calon presiden Hillary Clinton bebas dari tuntutan pidana setelah penyelidikan dari server email pribadi.

Keputusan FBI yang memperkuat dolar AS terhadap Yen. Dipantau pasangan mata uang USDJPY menguat 0,69 persen pada no. 104, 11.

Pelemahan Yen yang mengangkat saham eksportir utama Jepang. Toyota naik 1,91%, saham Honda naik 2,63 persen, Nissan meningkat 2,32 persen dan saham Mitsubishi naik 0,22 persen.

Sementara indeks Nikkei berjangka terpantau naik 220,00 poin atau 1,30 persen pada 17,110, naik dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya di 16,890.

Analisa untuk perdagangan berikutnya, indeks Nikkei akan bergerak naik membantu pelemahan Yen. Secara teknis Indeks Nikkei akan bergerak di kisaran Support 16,668-16,270, dan kisaran Resistance 17,539-18,012.

Pada saat yang sama, indeks Nikkei 225 menguat 1,09% atau 184,91 poin ke level 17.090,27 setelah dibuka dengan rebound 1,31% atau 220,67 poin di level 17.126,03.

Sebanyak 186 saham menguat, 32 saham melemah, dan 7 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei.

Saham Fast retailing Co. Ltd. yang melesat 2,20% menjadi pendorong utama terhadap penguatan Nikkei pagi ini, diikuti oleh SoftBank Group Corp. yang naik tajam 1,62%, Suzuki Motor Corp. yang melejit 5,71%, dan Terumo Corp. yang menanjak 2,14%.

Sementara itu, pergerakan nilai tukar yen terpantau melemah 0,83% atau 0,86 poin ke 103,97 per dolar AS  pada pukul 07.55 WIB setelah dibuka dengan pelemahan di posisi 104,13.

PT Equityworld: Seperti dilansir Bloomberg hari ini, yen melemah terhadap dolar AS setelah biro investigasi federal AS (Federal Bureau Investigation/FBI) menyatakan bahwa penggunaan email Hillary Clinton selama masanya sebagai Menteri Luar Negeri AS tidak menyalahi apapun.

Pergerakan Indeks Nikkei 225: 

Tanggal Level Perubahan
7/11/2016(Pk. 07.34 WIB)

17.090,27

+1,09%

4/11/2016

16.905,36

-1,34%

3/11/2016

2/11/2016

17.134,68

-1,76%

1/11/2016

17.442,40

+0,10%

Sumber: Bloomberg

Dalam suratnya kepada Kongres AS, Direktur FBI James Comey menjelaskan, lembaga yang dia pimpin untuk kesimpulan bahwa kasus email Clinton bukanlah aksi kejahatan.

“Reaksi langsung menunjukkan pasar views berita baru Clinton ini sebagai sesuatu yang positif, setidaknya untuk jangka pendek. Memang ini masih jauh dari kata akhir. Namun, untuk sementara, pasar menilai ketidakpastian di pasar mulai hilang,” ujar Richard Sichel, chief investment officer Philadelphia Trust Co, mengatakan kepada Bloomberg.

Sebelumnya, Comey sempat mengguncang pasar dengan pernyataannya bahwa FBI akan menyelidiki kasus ini kembali email Clinton ketika dia menjabat sebagai menteri luar Negeri AS. Waktu itu, Comey disebutkan, kasus ini terkait dengan penggunaan server pribadi Clinton dalam mengirim email yang bersifat kenegaraan.

“Selama proses penyidikan, kami menerima semua komunikasi yang dikirim dan diterima Hillary Clinton ketika dia menjabat sebagai Menteri luar negeri AS. Berdasarkan review kami, kami tidak mengubah kesimpulan yang telah kita buat juli lalu sehubungan dengan Clinton,” surat Comey kepada Kongres yang dikirim rabu (6/11) kemarin.

PT Equityworld, pasar saham Asia juga akan memantau ketegangan politik yang terjadi di Hong Kong dan Korea Selatan.

Pada sabtu (5/11), hal ini diperkirakan bahwa sekitar 43.000 orang-orang berkumpul untuk melakukan aksi unjuk rasa di Seoul. Mereka menuntut agar Presiden Park Geun-hye untuk mengundurkan diri terkait skandal yang melibatkan teman dekatnya yang diduga menggunakan hubungan dekat dengan presiden untuk mencampuri urusan negara.

Sementara di Hong Kong, ribuan orang menggelar aksi unjuk rasa pada selasa (6/11) kemarin untuk memprotes campur tangan China dalam kasus dua anggota legislatif yang pro-kemerdekaan. Pemerintah Hong Kong akan mengadakan konferensi pers pada senin pagi untuk membahas situasi. Dalam suratnya kepada Kongres AS, Direktur FBI James Comey menjelaskan, lembaga yang dia pimpin untuk kesimpulan bahwa kasus email Clinton bukanlah aksi kejahatan.

“Reaksi langsung menunjukkan pasar views berita baru Clinton ini sebagai sesuatu yang positif, setidaknya untuk jangka pendek. Memang ini masih jauh dari kata akhir. Namun, untuk sementara, pasar menilai ketidakpastian di pasar mulai hilang,” ujar Richard Sichel, chief investment officer Philadelphia Trust Co, mengatakan kepada Bloomberg.

Sebelumnya, Comey sempat mengguncang pasar dengan pernyataannya bahwa FBI akan menyelidiki kasus ini kembali email Clinton ketika dia menjabat sebagai menteri luar Negeri AS. Waktu itu, Comey disebutkan, kasus ini terkait dengan penggunaan server pribadi Clinton dalam mengirim email yang bersifat kenegaraan.

“Selama proses penyidikan, kami menerima semua komunikasi yang dikirim dan diterima Hillary Clinton ketika dia menjabat sebagai Menteri luar negeri AS. Berdasarkan review kami, kami tidak mengubah kesimpulan yang telah kita buat juli lalu sehubungan dengan Clinton,” surat Comey kepada Kongres yang dikirim rabu (6/11) kemarin.

Namun demikian, pasar saham Asia juga akan memantau ketegangan politik yang terjadi di Hong Kong dan Korea Selatan.

Pada sabtu (5/11), hal ini diperkirakan bahwa sekitar 43.000 orang-orang berkumpul untuk melakukan aksi unjuk rasa di Seoul. Mereka menuntut agar Presiden Park Geun-hye untuk mengundurkan diri terkait skandal yang melibatkan teman dekatnya yang diduga menggunakan hubungan dekat dengan presiden untuk mencampuri urusan negara.

Sementara di Hong Kong, ribuan orang menggelar aksi unjuk rasa pada selasa (6/11) kemarin untuk memprotes campur tangan China dalam kasus dua anggota legislatif yang pro-kemerdekaan. Pemerintah Hong Kong akan mengadakan konferensi pers pada senin pagi untuk membahas situasi.

 

 

Equityworld, Indeks Nikkei Langsung Menguat Setelah Pernyataan FBI Atas Email Hillary Clinton

by, andrie