PT Equityworld | Jangan Anggap Remeh Pilek yang Disertai Kondisi Seperti Ini

PT Equityworld | Pilek kerap dianggap gangguan kesehatan yang ‘enteng’. Kadang, hanya butuh istirahat dan asupan gizi cukup untuk sembuh dari pilek. Tapi, kalau pilek yang Anda alami seperti ini, baiknya jangan anggap remeh ya.

“Ada dua tipe orang ketika pilek. Mereka yang setelah 48 jam terkena pilek lantas mulai batuk dan meminta antibiotik. Kemudian, mereka yang meremehkan pilek dan mengatakan hanya ada sesuatu yang terjadi di tenggorokannya,” kata Shanna Levine, MD dari Mount Sinai Hospital, New York City.

Nah, studi tahun 2005 yang dilakukan ZocDoc menemukan 43 persen responden lebih senang mendiagnosis dan mengobati dirinya sendiri daripada pergi ke dokter ketika sakit. Diungkapkan Levine, berikut kondisi pilek yang tak boleh diremehkan.

1. Sudah terjadi lebih dari 3 minggu

Tiga minggu menurut Levine bisa terasa lama dan kadang kala, pilek dianggap normal bahkan saat dialami sampai 21 hari. Namun, tak ada salahnya jika Anda memberi perhatian lebih ketika pilek yang dialami terjadi lebih dari 3 minggu.

“Sebab, pilek yang terjadi lebih dari 3 minggu bisa jadi gejala gangguan seperti asma, pneumonia, atau masalah pada paru lainnya,” kata Levine.

2. Gejala kambuh dan lebih buruk

Kadang kala, seseorang bisa merasa dirinya lebih baik. Tapi, beberapa waktu kemudian gejala muncul kembali dengan kondisi yang lebih buruk. Jika itu Anda alami, CEO Asthma and Allergy Foundation of America, Cary Sennett, MD, PhD mengatakan itu bisa jadi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis segera.

Mayo Clinic mengatakan, gejala pilek yang kambuh dengan kondisi lebih buruk bisa jadi tanda infeksi sekunder seperti bronhkitis atau pneumonia. Sehingga, penting bagi Anda untuk segera cek ke dokter.

3. Ada warna di dahak

Levine mengatakan menjadi hal yang umum ketika air liur jadi lebih kental ketika seseorang terserang pilek. Tapi, jika dahak Anda memiliki warna yang aneh, bisa jadi ada sesuatu dengan tubuh. Menurut Levine, warna seperti kuning, cokelat, hijau, atau bahkan ada darah di dahak itu menjadi tanda bahwa sel darah putih tengah ‘berjuang’ melawan infeksi.

4. Mata gatal dan berair

“Jika mata berair terus-menerus, itu bisa jadi tanda alergi. Kadang, sulit dibedakan mana mata gatal yang menjadi gejala alergi atau pilek yang butuh perhatian lebih. Apalagi, ada ratusan jenis virus yang bisa menyebar ketika musim alergi sehingga orang sulit membedakan keduanya,” tutur Sennett.

Namun, pada alergi ada tanda lain yang menyertai misalnya gatal-gatal di bagian tubuh lain, lidah bengkak, kram perut, dan pusing.

5. Berat badan turun dan rasa sesak di dada

Levine mengatakan penurunan berat badan yang terjadi padahal Anda sedang tidak berdiet namun mengalami gejala seperti flu, bisa jadi tanda kondisi yang lebih serius. Misalnya saja hipertiroid, infeksi bakteri, keganasan, atau bahkan HIV.

Sementara, Sennett mengatakan batuk memang gejala umum dari pilek. Tapi, jika batuk itu disertai sesak di dada, itu bisa jadi tanda Anda mengalami asma. Dikatakan Sennett, ketika asma terjadi, lapisan saluran napas membengkak dan meradang, tersumbat lendir, kemudian menyempit karena pengetatan otot. Akibatnya, Anda jadi sulit bernapas.

6. Ada tekanan kuat di beberapa bagian tubuh

Menurut Levine, Anda juga harus waspada jika mengalami rasa sakit atau adanya tekanan di bagian tubuh tertentu. Misalnya radang tenggorokan akan menimbulkan rasa sakit di tenggorokan. Kemudian sinus, bisa memicu rasa sakit di hidung bahkan gigi.

“Bahkan infeksi telinga bisa menimbulkan nyeri di telinga disertai hilangnya pendengaran kemudian ada cairan yang keluar dari telinga. Nah, itu petunjuk Anda baiknya segera cek ke dokter,” kata Levine. (PT Equityworld)

Save