PT Equityworld | Memakan salju aman nggak bagi kesehatan? Ini penjelasan ilmiahnya

pt equityworld

PT Equityworld | Salju adalah air yang jatuh dari awan yang telah membeku menjadi padat dan seperti hujan. Salju terdiri atas partikel uap air yang kemudian mendingin di udara atas (lihat atmosfer, biosfer, iklim, meteorologi, cuaca) jatuh ke bumi sebagai kepingan empuk, putih, dan seperti kristal lembut kepingan salju, pakis seperti kristal es, kelompok dari kesemuanya).

Pada suhu tertentu (disebut titik beku, 0° Celsius, 32° Fahrenheit), salju biasa meleleh dan hilang. Proses saat salju/es berubah secara langsung ke dalam uap air tanpa mencair terlebih dulu disebut menyublim. Proses lawannya disebut pengendapan.

Saat salju membeku, sering kali menjadi pecahan kecil yang disebut “kepingan salju”. Salju merupakan prasyarat buat kegiatan olahraga musim dingin seperti ski dan kereta luncur).

Di dunia, salju biasa terjadi pada negeri beriklim subtropis dan sedang. Namun, ada juga daerah tropis yang bersalju, yakni di Pegunungan Jayawijaya dan Barisan Sudirman di Papua, Indonesia.

Sebagai wisatawan yang tinggal di daerah tropis, pasti penasaran dengan salju. Apalagi ketika berkunjung ke Eropa yang sedang musim salju pasti kamu akan terlihat norak ketika melihat langsung salju.

Banyak aktivitas yang dilakukan saat wisatawan bertemu salju, seperti membuat boneka salju atau bahkan ada orang yang saking penasarannya dengan salju sampai makan saljunya lho. Tidak sedikit kasus seperti ini terjadi.

Lalu, sebenernya makan salju itu aman nggak ya?

Dilansir dari Times, Minggu (18/2), peneliti dari Rumania sekaligus profesor dari Universitas Transylvania Sapientia di Hungaria, Istvan Mathe pada pada 2017 lalu mengatakan bahwa salju yang berumur setengah hari aman untuk dimakan manusia.

Bahkan di musim yang sangat dingin, salju setengah hari tersebut memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi. Tapi di hari kedua, Istvan bilang kepada Associated Press jika salju tidak aman untuk dimakan.

Kesimpulan tersebut didapat setelah peneliti mengumpulkan salju dari sebuah taman dan dari sebuah bundaran di Miercurea Ciuc, Rumania pada Januari dan Februari 2017.

Peneliti kemudian meletakkan salju dalam wadah steril yang tertutup dan rapat sambil mencoba menumbuhkan bakteri di dalamnya. Studi ini berlangsung pada suhu mulai dari minus 1,1 derajat Celcius sampai minus 17,4 Celcius di kota terdingin di Rumania.

Setelah satu hari, ada lima bakteri per milimeter dari salju di bulan Januari, sedangkan pada Februari jumlahnya empat kali lipat lebih banyak. Kata Istvan, mikroorganisme akan meningkat karena adanya kotoran di udara.

“Salju yang sangat segar memiliki bakteri yang sangat sedikit. Setelah dua hari, bagaimanapun, ada puluhan bakteri,” terangnya.

Istvan Mathe pertama kali tertarik untuk meneliti salju saat melihat anak-anaknya memakan salju. “Saya tidak merekomendasikan siapa pun makan salju. Hanya mengatakan kamu tidak akan sakit jika hanya makan sedikit,” pungkasnya. (PT Equityworld)

Save

Save