PT Equityworld | Murah Tapi Tidak Murahan, Ini Alasan Kenapa Obat Generik Itu Bisa Murah Padahal Kualitasnya Sama

pt equityworld

PT Equityworld | Permintaan seperti itu tampaknya masih sering dilontarkan oleh banyak orang ketika diberi resep obat generik. Padahal obat-obat berlabel generik itu harganya jauh lebih miring dibanding obat paten atau originator (pendahulunya). Dari kualitas sampai keampuhannya yang terus diragukan, banyak orang yang masih salah kaprah soal obat generik karena harganya yang murah. Padahal obat generik itu memang sengaja dibuat untuk bisa dijual murah, tapi sama sekali tidak murahan.

Obat generik bahkan sebenarnya memiliki kualitas dan bahan baku yang sama dengan obat-obat mahal lainnya. Kalau ada yang murah, kenapa juga ya pilih yang mahal? Terus kenapa obat generik itu bisa murah?

1. Salah kaprah terbesar adalah obat generik itu murahan karena harganya murah. Padahal pemerintah sendiri sebenarnya udah bilang aman dan sama kualitasnya

Salah kaprah penggunaan obat generik ini mulai meresahkan pemerintah. Apalagi ketika obat generik dipandang sebelah mata seolah obat yang murah itu dianggap tidak berkualitas. Karena hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. HK.02.02/ MENKES/068/I/2010 tentang Kewajiban Menggunakan Obat Generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah agar dokter di Puskesmas dan rumah sakit pemerintah memberikan resep obat generik kepada pasiennya.

Pemerintah aja percaya dengan obat generik, kenapa kita tidak?

2. Obat paten sendiri sebenarnya dihargai mahal karena obat ini adalah obat baru yang belum pernah diproduksi sebelumnya. Butuh penelitian dan masa uji coba yang sangat panjang

Obat paten merupakan obat baru yang pertama kali diproduksi dan dipasarkan lalu dipatenkan oleh perusahaan farmasi. Untuk mendapatkan hak paten ini, biayanya tidak murah. Karena obat baru, maka penelitian dan pengembangan obat ini tidak mudah dan tidak murah.

Biaya penelitian dan pengembangan untuk obat paten bisa dari ratusan juta rupiah hingga miliyaran rupiah, tergantung jenis dan tingkat kesulitannya. Biaya penelitian dan pengembangan dengan angka yang fantastis tersebut digunakan tak hanya untuk mendapatkan komposisi obat yang pas, tapi juga untuk mendanai analisa hingga uji cobanya.

3. Makanya obat generik yang merupakan copy obat paten itu bisa jauh lebih murah. Soalnya tinggal menyontek hasil penelitian dan komposisi obat paten yang sudah lebih dulu ada

Obat generik biasanya merupakan obat copy dari obat paten sehingga bukan obat yang pertama kali diproduksi. Komposisinya dibuat mirip obat paten dengan beberapa perubahan yang tidak mempengaruhi khasiatnya. Hal ini tentu saja dilakukan setelah masa paten dari obat paten sudah habis sehingga tidak menyalahi aturan hukum. Karena hanya melakukan copy, maka biaya untuk penelitian serta pengembangannya tidak sebesar obat paten.

Komposisinya yang mirip ini membuat obat generik dan obat paten sama secara kualitas dan khasiatnya dalam menyembuhkan penyakit. Jadi, jangan lagi memandang sebelah mata terhadap obat generik ya walaupun harganya lebih murah dibandingkan dengan obat paten.

4. Obat generik sengaja dibuat untuk kebaikan bersama karena kesehatan itu penting banget buat hidup manusia. Sebisa mungkin bisa diakses dengan murah atau gratis sekalian

Kesehatan adalah hak semua orang yang seharusnya bisa didapat secara murah bahkan gratis. Obat generik merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan kesehatan yang merata bagi semua orang sehingga semua orang yang sakit berhak untuk mendapat pengobatan dan sembuh. Bahkan menurut Kementerian Kesehatan RI, 80% indikasi penyakit yang sering diderita oleh masyarakat sudah ada obat generik yang mampu menyembuhkannya. Artinya, obat generik sudah bisa menjadi obat andalan ketika sakit datang.

Meskipun harganya murah, kualitasnya tidak dikorbankan kok. Obat generik sudah dipastikan aman dan memiliki khasiat yang sama ampuhnya. Ini semua tak lepas dari peran Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang terus menerus menjaga kualitas dari obat generik ini. Sudah manjur, murah pula. Siapa yang enggak suka sih?

(PT Equityworld)