PT Equityworld | Pergerakan Harga Emas Hari Ini, 18 Februari 2021

PT Equityworld

PT Equityworld | Kilau harga emas yang tahun lalu bersinar terang saat ini benar-benar redup. Kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang ditunjang prospek pemulihan ekonomi membuat logam mulia seolah dicampakkan.

Harga emas kini sudah longsor di bawah level US$1.800 per troy ounce. Data Bloomberg menunjukkan hingga Rabu (17/2/2021) pukul 23.00 WIB, harga emas bertengger di level US$1.770 per troy ounce.

Emas spot tampak turun 1,14 persen ke level US$1774,07 per troy ounce. Emas Comex juga melorot 1,33 persen ke posisi US$1.775,10 per troy ounce.

Pada Kamis (18/2/2021) pukul 04.00 WIB, harga emas anjlok 1,1 persen menjadi US$1.775,52 per troy ounce. Angka itu paling rendah hampir delapan bulan pada penurunan kelima berturut-turut.

Analis Central Capital Futures Wahyu Laksono mengatakan dalam jangka pendek outlook komoditas emas berada pada level US$1.700 per ounce hingga US$ 1880 per ounce.  Namun, secara jangka panjang emas masih punya peluang untuk meningkat.

“Support gold jangka panjang pada prinsipnya jelas karena kebijakan The Fed. Stimulus mungkin bisa menunda bullish gold dalam jangka pendek dan menengah, namun sulit menyangka support bullish gold pada jangka panjang,” jelasnya saat dihubungi Bisnis Rabu (17/2/2021).

Di lain pihak, Morgan Stanley memperkirakan harga emas akan turun di bawah US$1.800 per troy ounce pada akhir tahun ini. Emas diproyeksi bergerak di rentang support US$1.800 per troy ounce dan US$1.850 per troy ounce.

Chief Cross Asset Strategist Morgan Stanley Andrew Sheets mengatakan dalam laporan terbaru bahwa meskipun infasi diperkirakan akan naik, hal itu tidak akan cukup mendongkrak harga emas.

“Ekonom Morgan Stanley memperkirakan inflasi AS akan naik sedikit di atas 2% selama dua tahun ke depan. Jadi ini bukan jenis skenario pelarian untuk inflasi yang tampaknya paling cocok untuk emas,” katanya seperti dilansir Kitco.