PT Equityworld | Prediksi Harga Emas Dunia Minggu Ini Juni 2020

PT Equityworld

PT Equityworld | Mengacu data Refinitiv, Selama sepekan kemarin, harga emas dunia naik sebesar US$ 44,54 atau 2,64% menjadi US$ 1.729,77/troy ons pada penutupan hari Jumat (12/6/2020) atau Sabtu pagi waktu Indonesia dari US$ 1.685,23 pada penutupan perdagangan pada Jumat (5/6/2020).

Kenaikan harga emas spot dunia terjadi salah satunya karena proyeksi ekonomi yang dianggap suram oleh Bank Sentral AS (Federal Reserve/ The Fed) karena peningkatan jumlah kasus terinfeksi COVID-19.

Sementara itu, suku bunga acuan ditahan hingga 2022 sehingga memicu pertanyaan tentang efektivitas kebijakan itu membantu mengangkat outlook ekonomi yang suram tersebut. Maka, saat investor khawatir dengan prospek ekonomi dunia saat ini, maka emas sebagai aset lindung nilai (hedging) pun diburu.

Di tengah masalah ekonomi dunia karena tingginya kasus COVID-19, Harga emas dunia di pasar spot perdagangan sepekan ini menguat.

Sehingga hal tersebut diyakini dapat membahayakan proses pemulihan ekonomi setelah dibuka kembali aktivitas perekonomian saat new normal atau setelah pelonggaran lockdown di berbagai negara.

Penguatan harga emas juga diiringi dengan indeks volatilitas Chicago Board Options Exchange (CBOE) VIX, yang dikenal dengan nama ‘indeks rasa takut’ (fear index) yang pada perdagangan sepekan ini naik 47,18% menjadi 36,09 pada Jumat kemarin (12/6/2020) dari 24,52 di Jumat lalu (5/6/2020).

Hal tersebut menunjukkan nilai volatilitas pasar atau kondisi risiko pasar keuangan global kembali tinggi. Salah satu indikatornya, yaitu indeks volatilitas pasar keuangan AS (Volatility Index/VIX).

Tingginya volatilitas pasar saat ini mengakibatkan investor enggan untuk masuk ke pasar aset berisiko maupun aset dengan imbal hasil (yield) dan cenderung memilih instrumen safe haven seperti emas.

Sentimen positif harga emas yang cenderung naik juga  didukung oleh stimulus besar-besaran di sejumlah negara dan kemungkinan pelonggaran moneter lebih lanjut oleh beberapa bank sentral di seluruh dunia demi memerangi pandemi Covid-19.

Langkah-langkah stimulus besar-besaran tersebut malah mendukung harga emas, dimana emas sendiri dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. Emas adalah investasi yang menarik selama periode ketidakpastian politik dan ekonomi.

“Dari perspektif investasi emas, ini bukan mengenai apa yang terjadi hari ini, besok, atau bulan depan, namun apa yang akan terjadi 6 sampai 12 bulan ke depan atau lebih dari itu,” kata Ole Hansen, Kepala Ahli Strategi Komoditas di Saxo Bank, seperti yang PortalSurabaya kutip dari Kitco.

Lebih lanjut, Ole Hansen memprediksi di akhir tahun 2020 ini harga emas berada di US$ 1.800/troy ons, kemudian mencetak rekor tertinggi di 2021, dan dalam jangka panjang berada di atas US$ 4.000/troy ons.

Fundamental untuk kenaikan harga emas masih memungkinkan, namun bagaimana dengan proyeksi harga emas secara teknikal selama seminggu ke depan?. Setelah penguatan selama seminggu terakhir emas berpotensi untuk terkoreksi dalam jangka pendek, namun untuk harga emas jangka menengah dan jangka panjang prospek untuk menguat lebih lanjut sangat memungkinkan.