Equityworld Futures – Adanya sentimen dari Bank Sentral AS (The Fed) yang menaikkan nilai dolar AS, dan melemahnya laju mata uang yen.

Dikutip dari bisnis.news.viva.co.id “Jika hal tersebut terjadi maka waspadai akan kembali melemahnya laju rupiah,” kata Analis NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada di Jakarta, Selasa, 21 Juni 2016.

Equityworld - Reza Priyambada

Reza mengatakan, mulai adanya tanda-tanda sinyal kepastian The Fed untuk menaikkan suku bunganya.

Membuat laju dolar kembali mengalami kenaikan dan berimbas pada melemahnya sejumlah mata uang.

Equityworld: Penguatan laju dolar juga didukung oleh melemahnya laju yen.

Setelah Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, berencana mengambil kebijakan untuk menunda pajak penjualan hingga beberapa tahun ke depan.

Hal tersebut guna membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi negaranya.

Dan para pelaku pasar tidak mau ketinggalan untuk melakukan aksi beli terhadap dolar AS menjelang rencana kenaikan suku bunga AS secara bertahap.

“Sebelumnya kami sampaikan meski secara tren, laju rupiah sedang mencoba memperbaiki trennya dengan bergerak naik kembali.

Namun juga perlu diwaspadai adanya imbas pelemahan sejumlah mata uang Asia terhadap laju dolar AS yang kembali berbalik naik.

Seiring sentimen suku bunga The Fed,” ujarnya.

Reza juga meramalkan, rupiah hari ini akan bergerak di kisaran rentang Rp13.645 hingga Rp13.630 per dolar AS. Equityworld